Periode baduta (bawah dua tahun) merupakan masa emas perkembangan anak yang sangat dipengaruhi oleh stimulasi, khususnya dalam pengembangan motorik halus. Pengetahuan ibu memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi yang tepat kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buku saku dan demonstrasi motorik halus baduta terhadap peningkatan pengetahuan ibu di Desa Tuntungan II, Kabupaten Deli Serdang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 0–24 bulan sebanyak 30 responden yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa buku saku berisi panduan stimulasi motorik halus dan kegiatan demonstrasi langsung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pengetahuan ibu setelah pemberian buku saku dan demonstrasi (p < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa metode edukasi kombinasi visual dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai stimulasi motorik halus pada baduta. Kesimpulannya, pemberian buku saku dan demonstrasi motorik halus berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Diharapkan metode ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam program edukasi kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
Copyrights © 2026