Konfrontasi Indonesia–Malaysia 1963–1966 melahirkan kebutuhan akan jalur komunikasi yang lebih luwes di tengah ketegangan politik resmi. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi Track II Diplomacy Des Alwi dalam upaya meredakan konflik Indonesia–Malaysia pada 1963–1966. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan dan analisis dokumen diplomatik, arsip, serta sumber sejarah yang dikaji melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Des Alwi menjalankan diplomasi informal melalui jalur personal dan fleksibel, terutama dengan memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Tun Abdul Razak untuk membuka komunikasi yang lebih terbuka antara kedua negara. Strategi ini diwujudkan melalui pertemuan rahasia, negosiasi informal tanpa keterlibatan pihak ketiga, serta pembangunan pemahaman dan kepercayaan bilateral. Pendekatan tersebut terbukti mempercepat terciptanya ruang dialog yang kondusif dan berkontribusi pada penyelesaian Konfrontasi Indonesia– Malaysia pada 1966. Dengan demikian, peran Des Alwi menunjukkan bahwa Track II Diplomacy dapat menjadi instrumen penting dalam penyelesaian konflik bilateral di Asia Tenggara.
Copyrights © 2026