Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan berbasis komunitas memiliki peran penting dalam pembangunan sosial. Masalah utama Karang Taruna adalah daya bertahan relawan yang rendah, yang disebabkan faktor motivasi yang rendah. Tulisan ini bertujuan merumuskan strategi motivasi relawan Karang Taruna melalui metode adaptasi teoritik. Melalui metode adaptasi teori akan dilakukan kontekstualisasi terhadap teori motivasi, konsep motivasi relawan, dan karakteristik organisasi Karang Taruna menghasilkan konsep jenis motivasi dan strategi motivasinya. Hasil kajian teoritis menunjukkan bahwa motivasi relawan dipengaruhi oleh kombinasi faktor motivasional nilai-nilai, emosi peduli, kebutuhan sosial, penghargaan, penunjang karir, pembelajaran, pengembangan diri, serta perlindungan diri dari masalah psikologis. Strategi yang relevan dengan faktor motivasional mencakup internalisasi nilai, interaksi sasaran, kebersamaan, pengakuan sosial, pelatihan dan pengembangan, serta perhatian kepada relawan. Hasil temuan lapangan menambahkan adanya faktor motivasi material pada konteks masyarakat ekonomi rendah perkotaan, yang melahirkan relawan semi-sukarela, sehingga perlu strategi kompensasi finansial-penghargaan. Selain itu ditemukan juga adanya peta kualitas motivasi. Kualitas motivasi tertinggi ada pada motivasi intrinsik nilai-nilai. Artikel ini memberikan kontribusi bagi organisasi nirlaba ataupun dakwah yang menekankan pada kesadaran anggota dalam berpartisipasi, selain memenuhi motivasi jangka pendek juga perlu membangun motivasi intrinsik nilai-nilai yang bisa membuat relawan bertahan jangka panjang.
Copyrights © 2026