Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi opini penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru terhadap penggunaan Fake Insights (AI) dalam proses produksi konten siaran radio. Fenomena integrasi teknologi AI dalam industri penyiaran menciptakan peluang efisiensi, namun juga menimbulkan tantangan dalam mempertahankan kreativitas dan keaslian konten. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan information berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga penyiar RRI Pekanbaru yang terlibat aktif dalam produksi konten siaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penyiar memiliki kepercayaan tinggi terhadap manfaat AI, seperti aplikasi ChatGPT untuk pencarian ide dan pembuatan naskah, serta Adobe Audition dan Adobe Podcast untuk pengeditan sound. Mereka mengakui bahwa AI meningkatkan efisiensi produksi konten dengan mengotomatiskan tugas-tugas teknis. Namun, tantangan muncul terkait hasil AI yang terkadang kaku dan kurang relevan, sehingga memerlukan penyesuaian manual untuk memastikan kesesuaian dengan gaya siaran dan kebutuhan audiens lokal. Dari sudut pandang nilai, para penyiar menghargai AI sebagai alat pendukung, tetapi menekankan pentingnya menjaga etika penyiaran dan kreativitas manusia agar konten tetap unik dan autentik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun AI memberikan manfaat signifikan dalam efisiensi produksi siaran, penggunaannya perlu diseimbangkan dengan kreativitas dan nilai-nilai profesionalisme dalam penyiaran. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan institusional yang mendukung integrasi AI secara strategis dan etis, serta penyediaan pelatihan teknis bagi penyiar.
Copyrights © 2025