Latar belakang: Penelitian ini menginvestigasi hubungan trade-off antara inflasi dan pengangguran dalam konteks ekonomi regional melalui pengujian empiris terhadap Kurva Phillips di Kabupaten Serdang Bedagai, Indonesia, selama periode 2014–2024 Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika jangka pendek dan jangka panjang antara inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan manusia, serta menilai kemungkinan perubahan sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Metode: Dengan menggunakan data tahunan dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini menerapkan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisis dinamika jangka pendek dan jangka panjang antara inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan manusia. Analisis structural break dilakukan untuk menilai kemungkinan perubahan sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan secara statistik dalam jangka pendek antara inflasi dan pengangguran, sehingga mengonfirmasi hipotesis klasik Kurva Phillips. Namun demikian, efek trade-off tersebut melemah secara substansial pada periode pascapandemi, serta tidak ditemukan bukti adanya hubungan jangka panjang yang stabil. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas harga di tingkat regional tidak selalu disertai dengan perbaikan kondisi ketenagakerjaan. Implikasi kebijakan menekankan perlunya pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pengendalian inflasi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja dan strategi pertumbuhan yang inklusif.
Copyrights © 2026