Generasi Z saat ini hidup di tengah laju teknologi keuangan yang kian cepat dan pengaruh media sosial yang begitu kuat. Segala sesuatu menjadi serba instan: penggunaan dompet digital, fitur paylater, semuanya bisa diakses lewat ponsel hanya dalam hitungan detik. Namun, di balik segala kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar dalam mengelola keuangan. Konten-konten gaya hidup yang berseliweran di media sosial turut membentuk cara mereka mengambil keputusan finansial. Penelitian ini secara khusus menggali lebih dalam, menyoroti bagaimana generasi Z mengelola keuangan pribadi sehari-hari, peran literasi keuangan dalam membentuk strategi mereka, serta bagaimana media sosial memengaruhi perilaku dan keputusan finansial mereka, terutama melalui perspektif mental accounting. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan sudut pandang interpretif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada delapan anggota generasi Z. Selain itu, dilakukan juga observasi non-partisipan dan pengumpulan dokumen sebagai pelengkap agar data yang diperoleh benar-benar kuat. Analisis dilakukan dengan thematic analysis, untuk menemukan pola dan tema utama dari praktik pengelolaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z cenderung memilih strategi pengelolaan keuangan yang fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi. Mereka terbiasa melakukan budgeting, menabung, berinvestasi, dan mengelola utang melalui fitur paylater. Namun, sebagian besar masih dilakukan secara mental, tanpa perencanaan formal yang tertulis. Literasi keuangan membantu mereka membentuk batas dalam mengatur keuangan, meskipun godaan perilaku impulsif dan tekanan gaya hidup masih menjadi tantangan. Media sosial sendiri memiliki dua sisi: di satu sisi menjadi sumber edukasi keuangan, namun di sisi lain kadang justru mendorong perilaku konsumtif.
Copyrights © 2026