Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia karena berperan dalam menyediakan lapangan pekerjaan, sumber pendapatan masyarakat pedesaan, serta ketahanan pangan nasional. Salah satu komoditas perkebunan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah adalah kakao, khususnya di Sulawesi Selatan. Namun demikian, petani kakao masih menghadapi berbagai permasalahan seperti rendahnya produktivitas, keterbatasan akses permodalan, serta rendahnya kemampuan dalam mengelola keuangan usaha tani. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan petani masih relatif rendah sehingga mempengaruhi kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan usaha tani serta kesejahteraan petani kakao. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 120 petani kakao di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pengelolaan keuangan usaha tani serta peningkatan kesejahteraan petani. Petani dengan tingkat literasi keuangan yang lebih baik cenderung mampu melakukan pencatatan keuangan, pengelolaan modal usaha, serta pengambilan keputusan ekonomi secara lebih rasional. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi strategi penting dalam mendukung keberlanjutan ekonomi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
Copyrights © 2026