Industri radio di Indonesia menghadapi tantangan serius di era digital akibat pergeseran preferensi audiens ke podcast, streaming musik, dan media sosial sehingga radio berisiko kehilangan relevansinya sebagai medium utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi industri radio melalui pengembangan model Hybrid Engagement yang mengintegrasikan siaran radio konvensional dengan interaksi digital secara simultan pada dua stasiun radio di Makassar, Venus FM dan Telstar FM. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus ganda melalui analisis data sekunder dan wawancara mendalam untuk menggali dinamika, tantangan, dan peluang dalam proses digitalisasi konten dan interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan interaksi dan loyalitas pendengar setelah penerapan strategi hybrid engagement yang mengubah pola komunikasi radio dari satu arah menjadi dialog interaktif. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian strategi engagement media di era konvergensi digital, sementara secara praktis memberikan model adaptasi yang relevan dan berkelanjutan bagi radio lokal dalam mempertahankan dan memperluas basis pendengar.
Copyrights © 2026