Penurunan viabilitas benih akibat proses penuaan selama penyimpanan menjadi kendala dalam budidaya hortikultura, termasuk terong ungu. Benih yang telah melewati masa simpan optimal mengalami degradasi fisiologis sehingga daya kecambah dan vigor awal tanaman menurun. Oleh karena itu, penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) diperlukan untuk membantu mengaktifkan kembali proses metabolisme benih dan meningkatkan kemampuan perkecambahan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan viabilitas benih terong ungu kadaluarsa melalui teknik seed priming menggunakan ekstrak bahan alami sebagai sumber zat pengatur tumbuh alami. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor, yaitu jenis bahan invigorasi (air kelapa, ekstrak bawang merah, dan lidah buaya) serta konsentrasi (25% dan 50%) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya kecambah, waktu berkecambah, dan tinggi tanaman pada fase awal pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan invigorasi berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pengamatan. Air kelapa menghasilkan daya kecambah tertinggi, ekstrak bawang merah meningkatkan vigor pertumbuhan awal, sedangkan lidah buaya mempercepat waktu berkecambah dan meningkatkan tinggi tanaman. Dengan demikian, ekstrak bahan alami berpotensi digunakan sebagai teknologi revitalisasi benih yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2026