Abstract This article is entitled Legal Analysis of the Auction Mechanism of Confiscated Perishable Goods in the Case of Onion Valuation in Pontianak. This research is a normative legal research with a statutory, conceptual, and case study approach. Primary data was obtained through semi-structured interviews and secondary data includes primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The formulation of the problem in this research is 1) How are the regulations regarding the assessment and auction mechanisms for confiscated perishable goods? 2) What is the appropriate assessment mechanism in the auction process for confiscated perishable goods? This research concludes that the relevant agencies do not specifically regulate the assessment process (SOP) in the auction process for confiscated perishable goods. The research method used is a normative juridical research method. The data collection technique used in this research is secondary data but does not rule out other possibilities to conduct field research by reviewing primary data. The results of this study are that the legal regulations regarding the assessment mechanism in the auction process of seized goods do not differentiate between the mechanisms of seized goods that are easily damaged/not damaged, so that the long procedure in the assessment process and auction of seized goods that are easily damaged causes the risk of decreasing the economic value of the seized goods. Meanwhile, the rules regarding the appropriate mechanism in the assessment process and auction of seized goods that are easily damaged should be distinguished by priority handling and fast-track procedures to avoid state losses. Therefore, it is recommended that the relevant agencies regulate specifically regarding the assessment process (SOP) in the auction process of seized goods that are easily damage. Keywords: Auction Mechanism, Perishable Confiscated Goods, Pontianak Onion Valuation Case. Abstrak Artikel ini berjudul Analisis Hukum Mekanisme Lelang Barang Rampasan Mudah Rusak Dalam Kasus Penilaian Bawang Bombai Di Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang, konseptual, dan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan data sekunder mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengaturan mengenai mekanisme penilaian dan lelang barang rampasan yang mudah rusak? 2) Bagaimana mekanisme penilaian yang tepat dalam proses lelang barang rampasan yang mudah rusak?. Penelitian ini menyimpulkan bahwa instansi terkait tidak mengatur secara khusus/spesifik mengenai proses (SOP) penilaian dalam proses lelang barang rampasan yang mudah rusak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder namun tidak menutup kemungkinan lain untuk melakukan penelitian lapangan dengan mengkaji data primer. Hasil Penlitian ini adalah bahwa pengaturan hukum mengenai mekanisme penilaian dalam proses lelang barang rampasan tidak membedakan antara mekanisme barang rampasan yang mudah rusak/tidak, sehingga prosedur yang panjang dalam proses penilaian dan lelang barang rampasan yang mudah rusak menyebabkan terjadinya risiko penurunan nilai ekonomis barang rampasan tersebut. Sedangkan, aturan mengenai mekanisme yang tepat dalam proses penilaian dan lelang barang rampasan yang mudah rusak seharusnya dibedakan dengan penanganan prioritas dan prosedur cepat (fast track) untuk menghindari kerugian negara. Oleh karena itu, disarankan kepada instansi terkait untuk mengatur secara khusus/spesifik mengenai proses (SOP) penilaian dalam proses lelang barang rampasan yang mudah rusak. Kata Kunci: Mekanisme Lelang, Barang Rampasan Mudah Rusak, Kasus Penilaian Bawang Bombai Pontianak.
Copyrights © 2026