ABSTRAK Penelitian ini membahas perubahan perilaku anak penyandang disabilitas intelektual yang mengalami peralihan peran dari korban kekerasan seksual menjadi pelaku kekerasan seksual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kasus di Kota Pontianak yang menunjukkan kerentanan anak penyandang disabilitas intelektual, tidak hanya sebagai korban, tetapi juga sebagai pelaku dalam tindak kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan perilaku tersebut serta menjelaskan perbuatan anak dari perspektif kriminologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitati melalui studi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori psikogenesis dan teori kontrol sosial untuk memahami latar belakang terjadinya perubahan perilaku pada anak penyandang disabilitas intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku anak dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan fungsi intelektual, kesulitan memahami norma sosial, serta trauma psikologis akibat kekerasan seksual yang dialami tanpa pendampingan yang memadai. Faktor eksternal mencakup lemahnya pengawasan orang tua, tidak terpenuhinya pendidikan formal dan pendidikan seksual yang sesuai, serta pengaruh lingkungan sosial yang tidak sehat. Berdasarkan perspektif kriminologi, perbuatan anak tidak dapat dipahami sebagai niat kriminal murni, melainkan sebagai dampak lanjutan dari trauma dan lemahnya kontrol sosial, sehingga diperlukan penanganan yang berorientasi pada pencegahan, pendampingan, dan rehabilitasi. Kata kunci: kriminologi; kekerasan seksual; anak penyandang disabilitas intelektual; peralihan korban menjadi pelaku ABSTRACT This study examines behavioral changes in children with intellectual disabilities who experience a role transition from victims of sexual violence to perpetrators of sexual violence. The research is motivated by a case in Pontianak City that demonstrates the vulnerability of children with intellectual disabilities, not only as victims but also as perpetrators of sexual violence. This study aims to analyze the factors influencing such behavioral changes and to explain the child’s actions from a criminological perspective. This research employs an empirical juridical method with a qualitative approach through a case study. Data were collected through interviews, documentation, and literature review. The analysis is based on psychogenesis theory and social control theory to understand the underlying factors contributing to behavioral changes in children with intellectual disabilities. The findings indicate that behavioral changes are influenced by the interaction of internal and external factors. Internal factors include intellectual limitations, difficulties in understanding social norms, and psychological trauma resulting from sexual violence experienced without adequate assistance. External factors consist of weak parental supervision, the lack of formal education and appropriate sexual education, as well as the influence of an unhealthy social environment. From a criminological perspective, the child’s actions cannot be understood as purely criminal intent but rather as a consequence of trauma and weakened social control, thereby requiring handling approaches oriented toward prevention, assistance, and rehabilitation. Keywords: criminology; sexual violence; children with intellectual disabilities; transition from victim to perpetrator
Copyrights © 2026