Penelitian ini menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pencegahan bullying melalui program MANLY (Madrasah Anti Bully) di MTsN 2 Bangka Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis fenomenologi, penelitian melibatkan 25 informan yang terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru PAI, guru BK, guru non-PAI/BK, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif selama dua minggu, dan studi dokumentasi, dengan analisis data model Miles dan Huberman serta triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai PAI berlangsung melalui tiga tahap. Transformasi nilai melalui pembiasaan doa dan tadarus, penyampaian larangan bullying berbasis dalil, serta aturan formal madrasah. Transaksi nilai diwujudkan melalui keteladanan guru dalam kegiatan keagamaan, pendekatan dialogis, dan kegiatan informal seperti bakti sosial. Transinternalisasi nilai ditandai dengan kesadaran siswa melapor, kontrol sosial sebaya menggunakan jargon "MANLY", dan refleksi perubahan perilaku. Implementasi program MANLY menggunakan pendekatan holistik yang mencakup pilar preventif-edukatif, religius, dan responsif, yang efektif menciptakan ekosistem madrasah kondusif dengan penurunan kasus bullying konvensional. Meskipun demikian, program menghadapi tantangan berupa keterbatasan guru BK, maraknya cyberbullying, dan sinergi dengan orang tua yang belum optimal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter berbasis Islam yang integratif dalam pencegahan bullying di lingkungan madrasah, dengan rekomendasi penguatan literasi digital Islami dan kolaborasi dengan orang tua.
Copyrights © 2026