Latar belakang: Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang dirasakan di perut bagian bawah dan dapat menjalar ke punggung bawah, pinggang, panggul, paha atas, hingga betis. Stres dapat meningkatkan produksi hormon estrogen dan prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontraksi uterus sehingga memperparah dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan derajat dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan melibatkan 189 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2020, 2021, dan 2022. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan derajat dismenore diukur menggunakan Menstrual Symptom Severity Questionnaire (MSSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat dismenore (p = 0,000) dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,422). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang, dimana semakin tinggi tingkat stres maka semakin berat derajat dismenore.
Copyrights © 2025