Kemampuan berpikir kreatif dapat ditingkatkan melalui pembelajaran IPA. Namun, pada salah satu MTs di Ponorogo kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model SSCS (search, solve, create, and share) dengan pendekatan STEM terhadap kemampuan berpikir siswa di MTs Ma’arif 1 Ponorogo. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif menggunakan metode quasi eksperimen, dengan desain post test only control grup. Sampel penelitian sebanyak 44 siswa yang diambil menggunakan simple random sampling dari jumlah kelas VIII, sampel dibagi menjadi kelas eksperimen, dan kontol. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, dan tes berpikir kreatif, sedangkan analisis data menggunakan uji t, dan uji N-Gain. Pembelajaran terlaksana dengan baik sesuai sintaks. Rata-rata nilai berpikir kreatif pada kelas eksperimen sebesar 86,79 dalam kategori sangat baik, sedangkan kelas kontrol sebesar 77 dengan kategori baik. Hasil uji t one tailed memiliki nilai P-Value 0,000, dan uji N-Gain 0,405, sehingga pembelajaran menggunakan model SSCS (search, solve, create, and share) dengan pendekatan STEM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan konvensional.
Copyrights © 2025