Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa SMP pada pembelajaran IPA khususnya materi klasifikasi makhluk hidup, masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan. Hal ini disebabkan pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru serta penggunaan bahan ajar yang kurang kontekstual dan belum mengintegrasikan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan LKPD digital berbasis etnosains Relief Jataka terhadap kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2024 di SMP Muhammadiyah 2 Depok. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi LKPD digital berbasis etnosains, soal kemampuan berpikir kritis, dan angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan uji prasyarat, independent sample t-test, uji effect size, dan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKPD digital berbasis etnosains Relief Jataka berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan bahan ajar digital berbasis budaya lokal sebagai inovasi pembelajaran IPA yang kontekstual dan bermakna.
Copyrights © 2025