Hasil observasi yang dilakukan dengan 26 peserta didik kelas VIII SMPN 24 Semarang, diketahui kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran IPA tergolong rendah dibuktikan dengan hasil tes dengan soal yang memuat indikator kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Learning Cycle 5E dengan praktikum riil dan praktikum virtual terhadap kemampuan berpikir kritis dan menganalisis tingkat kemampuan berpikir kritis peserta. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Jenis penelitian yaitu penelitian eksperimen dengan desain penelitian quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis penelitian diketahui bahwa penerapan Learning Cycle 5E dengan praktikum riil dan praktikum virtual berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pengaruh tersebut diketahui dari hasil analisis uji independent t-test adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diberikan perlakuan yaitu 18 peserta didik memperoleh hasil pada kriteria sangat tinggi dan 16 peserta didik pada kriteria tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada sub bab Getaran dan Gelombang.
Copyrights © 2025