Pembelajaran IPA akan lebih bermanfaat jika peserta didik memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan ini bisa dikembangkan dengan pembelajaran kolaboratif, yang melibatkan kelompok kecil dengan memperhatikan dimensi kognitif, afektif, dan sosial, yang selanjutnya disebut disebut kelompok Triple Problem Solving Space (TPSS). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Hasil analisis data ditemukan bahwa, pertama, kelompok TPSS yang dapat membangun ketiga dimensi dalam ruang pemecahan masalah yang positif menunjukkan hasil kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada kelompok yang kurang dapat membangun ketiga dimensi. Kedua, Faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah adalah lingkungan belajar, peran guru, model/metode pembelajaran, media pembelajaran, literasi peserta didik, keinginan untuk bertanya, minat belajar, dan kemampuan kognitif. Ketiga, Anggota kelompok TPSS yang berhasil membangun ketiga dimensi positif memiliki nilai post test yang lebih tinggi dibandingkan dengan anggota yang tidak berkontribusi.
Copyrights © 2025