Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan budaya organisasi terhadap kinerja anggota Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 540 anggota Bareskrim Polri, dengan sampel sebanyak 81 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota dengan kontribusi sebesar 65,5%. Budaya organisasi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota sebesar 62,6%. Secara simultan, kompetensi dan budaya organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja anggota Bareskrim Polri dengan koefisien determinasi sebesar 77,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi individu yang didukung oleh budaya organisasi yang kuat merupakan faktor strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan efektivitas kinerja anggota kepolisian. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pimpinan Polri dalam merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi dan penguatan budaya organisasi yang berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik.
Copyrights © 2026