Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh job insecurity dan beban kerja terhadap kepuasan kerja pada guru honorer Sekolah Dasar Negeri (SDN). Guru honorer menghadapi ketidakpastian status kepegawaian dan beban kerja yang tinggi, yang berpotensi menurunkan kepuasan kerja dan berdampak pada kualitas pembelajaran. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi berganda. Populasi penelitian adalah guru honorer SDN di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dengan jumlah sampel 93 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala kepuasan kerja yang diadaptasi dari Job Satisfaction Survey (JSS) Spector (2000), skala job insecurity berdasarkan dimensi Liebert dan Morris (1967), serta skala beban kerja berdasarkan dimensi Hart dan Staveland (1988). Analisis data menggunakan regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, job insecurity dan beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (F = 2,499; p = 0,088 > 0,05) dengan kontribusi sebesar 5,3%. Secara parsial, job insecurity berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (β = -0,218; p = 0,037 < 0,05), sedangkan beban kerja tidak berpengaruh signifikan (β = -0,081; p = 0,432 > 0,05). Tingkat kepuasan kerja, job insecurity, dan beban kerja seluruhnya berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa job insecurity merupakan faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi kepuasan kerja dibandingkan beban kerja. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan Psikologi Industri dan Organisasi, khususnya dalam konteks tenaga pendidik non-PNS, serta implikasi praktis bagi pemangku kebijakan untuk menciptakan kepastian status kerja dan dukungan organisasi bagi guru honorer.
Copyrights © 2026