Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia dini sebagai salah satu aspek perkembangan yang mendukung kesiapan anak dalam melakukan berbagai aktivitas seperti menulis, menggambar, menggunting, dan menempel. Berdasarkan observasi awal di TK Islam Terpadu Robbani Palembang, masih terdapat beberapa anak kelompok A yang mengalami kesulitan dalam mengoordinasikan gerakan tangan dan mata, terutama pada kegiatan menggunting, menempel, serta aktivitas yang melibatkan keterampilan jari tangan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak belum berkembang secara optimal sehingga diperlukan kegiatan pembelajaran yang menarik untuk menstimulasi perkembangan tersebut. Salah satu kegiatan yang dapat digunakan adalah bermain paper toys, yaitu permainan yang memanfaatkan kertas untuk dirangkai menjadi bentuk tiga dimensi melalui aktivitas menggunting, melipat, menempel, dan menyusun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain paper toys terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A di TK Islam Terpadu Robbani Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 13 anak usia 4–5 tahun yang sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi untuk mengetahui perkembangan kemampuan motorik halus anak sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan motorik halus anak setelah diberikan perlakuan berupa kegiatan bermain paper toys. Nilai rata-rata kemampuan motorik halus anak pada saat posttest lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pretest, dan hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi < 0,05. Dengan demikian, kegiatan bermain paper toys berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak.
Copyrights © 2026