Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi krusial bagi siswa kelas rendah di sekolah dasar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami hambatan dalam mengenal huruf dan merangkai kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II SDN 03 Semayong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 7 siswa kelas II, guru wali kelas, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara semi terstruktur, sementara keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 dari 7 siswa yang mampu membaca dengan lancar. Kesulitan membaca siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Secara internal, siswa memiliki rentang perhatian yang pendek, motivasi intrinsik yang rendah, serta rasa tidak percaya diri yang memicu perilaku penghindaran terhadap teks. Secara eksternal, keterbatasan media pembelajaran yang menarik di sekolah serta kurangnya bimbingan rutin dari orang tua akibat kesibukan bekerja di sektor pertanian menjadi penghambat utama. Kurangnya sinkronisasi antara sekolah dan rumah menyebabkan proses pengulangan materi literasi tidak berjalan maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara guru dan orang tua melalui penyediaan media visual yang kreatif dan penjadwalan pendampingan belajar di rumah sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.
Copyrights © 2026