Permasalahan kekurangan dan kelebihan gizi masih terjadi secara bersamaan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan belajar anak. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan status gizi anak adalah pola konsumsi junk food atau makanan siap saji yang umumnya tinggi lemak, gula, dan garam, tetapi rendah serat serta zat gizi penting. Konsumsi junk food pada anak usia 10–12 tahun cenderung meningkat seiring perubahan gaya hidup dan kemudahan akses terhadap makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi junk food dengan status gizi pada anak usia 10–12 tahun di SDN Deah Rungkom Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV–VI sebanyak 55 orang dengan teknik total sampling. Data konsumsi junk food dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan status gizi diukur menggunakan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) berdasarkan standar WHO. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 29,960 dengan df = 12 dan nilai signifikansi p = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dengan status gizi anak. Uji Linear-by-Linear Association juga menunjukkan adanya kecenderungan hubungan linier (p = 0,040). Dapat disimpulkan bahwa konsumsi junk food berhubungan dengan status gizi anak usia 10–12 tahun di SDN Deah Rungkom Kajhu Baitussalam Aceh Besar.
Copyrights © 2026