Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Rehmaitamalem Rehmaitamalem; Rahmisyah Rahmisyah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penurunan kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan jalan kaki pada pasien diabetes mellitus.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, metode quasi experiment, dengan pretest dan post test one group design. Populasi seluruh penderita diabetes mellitus sebanyak 49 orang. Variabel independen senam diabetes dan jalan kaki. Variabel dependen kadar gula darah. Alat pengumpulan data glukometer bernama Auto Check Blood Glocose Monitor. Analisa mengunakan uji paired t-test dengan nilai signifikan ?= 0,05.Hasil: Menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari kegiatan jalan kaki terhadap nilai kadar gula darah (p value = 0,000) yang artinya H0 ditolak atau ada pengaruh jalan kaki terjadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.Simpulan: Ada pengaruh jalan kaki terjadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes millitus di Puskesmas Nibong Aceh Utara.Kata kunci: Jalan kaki santai, penurunan kadar gula dara
PENGARUH JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Rehmaitamalem; Rahmisyah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.V8i1.15736

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penurunan kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan jalan kaki pada pasien diabetes mellitus. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, metode quasi experiment, dengan pretest dan post test one group design. Populasi seluruh penderita diabetes mellitus sebanyak 49 orang. Variabel independen senam diabetes dan jalan kaki. Variabel dependen kadar gula darah. Alat pengumpulan data glukometer bernama Auto Check Blood Glocose Monitor. Analisa mengunakan uji paired t-test dengan nilai signifikan α= 0,05. Hasil: Menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari kegiatan jalan kaki terhadap nilai kadar gula darah (p value = 0,000) yang artinya H0 ditolak atau ada pengaruh jalan kaki terjadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Simpulan: Ada pengaruh jalan kaki terjadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes millitus di Puskesmas Nibong Aceh Utara.
PENGARUH KOMPRES DAUN KOL TERHADAP PEMBENGKAKAN PAYUDARA PADA IBU POST PARTUM Rahmisyah Rahmisyah; Ristiani Ristiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17131

Abstract

Pembengkakan payudara adalah suatu kondisi yang mempengaruhi ibu menyusui di awal pascapersalinan. Ketidaknyamanan dan kelembutan akibat pembengkakan merupakan faktor utama penghentian menyusui dini. Banyak perawatan untuk pembengkakan payudara telah dicoba dan dieksplorasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres daun kol terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum. Penelitian kuantitatif quasi eksperimental dengan pendekatan Post-Test Only Control Group Design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2022 di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Erniati, Banda Aceh. Populasi sampel adalah seluruh ibu post partum yang mengalami pembengkakan payudara sebanyak 30 ibu. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang terbagi atas dua kelompok yaitu kelompok intervensi yang diberikan kompres daun kol sebanyak 15 orang dan kelompok kontrol sebanyak 15 orang. Teknik convenience sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat dan pengolahan data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 25 dengan hasil signifikan (P < 0,05). Studi menunjukkan bahwa terjadi penurunan pembengkakan payudara setelah intervensi dan diverifikasi secara statistik. Nilai mean rank kompres daun kol sebesar 5,50 dengan nilai median sebesar 1,00, sedangkan mean rank tidak dikompres daun kol adalah sebesar 13,50 dengan nilai median sebesar 2,00 (P = 0,000). Kompres daun kol sebagai alternatif yang dapat digunakan dalam pengobatan pembengkakan payudara. Kompres daun kol efektif dalam mengurangi pembengkakan payudara dibandingkan tanpa diberikan kompres daun kol.
Hubungan Predisposing, Enabling Dan Reinforcing Terhadap Keikutsertaan Pasangan Usia Subur (Pus) Menjadi Akseptor Kb Iud Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Khalidah, Khalidah; Rahmisyah, Rahmisyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3393

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya dukungan pasangan usia subur dalam program KB IUD mengakibatkan rendah peminat akseptor IUD. Survei pendahuluan data Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Puskesmas tanah Luas tahun 2022 tercatat sebanyak 3956 PUS, dengan peserta aktif 2053 pasangan usia subur. Pencapaiannya hanya 57,21% dan 42,79% adalah Unmeet Need. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasangan usia subur (PUS) yang ber KB Aktif yang tersebar diwilayah kerja Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah populasi sebanyak 2053 PUS dan sampelnya 95 PUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, sosial budaya, kualitas pelayanan KB, dukungan suami, sumber informasi dengan keikutsertaan PUS menjadi akseptor KB IUD. Factor yang paling dominan dalah variabel sikap (p=0,000, OR=44,167). Kepada responden diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang KB IUD sehingga sadar akan penggunaan kontrasepsi IUD dan memahami tentang fungsi, manfaat serta efektifitas kontrasepsi IUD sehingga responden tidak lagi takut akan hal-hal yang didengar tidak berlandasakan pengetahuan. Dan bisa memilah informasi yang patut untuk di pahami, sehingga dapat menentukan sikap yang akan dilakukan. Kata kunci : Predisposing, Enabling dan Reinforcing,Keikutsertaan PUS, KB IUD  Background: The low support of fertile age couples in the IUD KB program has resulted in low interest in IUD acceptors. The preliminary survey of Family Planning Field Officer (PLKB) data in the Extensive Public Health Center in 2017 was 3956 PUS, with active participants of 2053 couples of childbearing age. The achievement is only 57.21% and 42.79% is Unmeet Need. This type of research is descriptive analytic with cross sectional design approach. The population in this study were all reproductive age couples (PUS) with active family planning in the working area of Tanah Luas Health Center, North Aceh Regency, with a population of 2053 PUS and 95 PUS. The results showed that there was an influence of knowledge, attitudes, socio-culture, quality of family planning services, husband's support, information sources with PUS participation as IUD KB acceptors. In addition, the six variables that are the most dominant with EFA participation into IUD KB acceptors are knowledge variables (p = 0,000, OR = 44,167). The respondents are expected to be able to increase knowledge about IUD family planning so that they are aware of the use of IUD contraception and understand the function, benefits and effectiveness of IUD contraception so that respondents no longer fear the things heard are not based on knowledge. And can sort out information that deserves to be understood, so that it can determine the attitude to be taken. Keywords: Predisposing, Enabling and Reinforcing, PUS Participation, KB IUD
THE EFFECT OF BABY LED WEANING METHOD ON ORAL MOTOR SKILLS IN BABIES 6-12 MONTHS IN THE WORKING AREA OF THE EAST PEUREULAK PUSKESMAS Rahmisyah Rahmisyah; Herna Linda; Sri Rizki Purnamita Jayati
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.394

Abstract

ABSTRACT Oral motor skills for babies aged 6-12 months can be improved by providing stimulation such as baby-led weaning, which is a method of eating activities that introduces healthy family foods that are often consumed by families in the form of finger foods and gives children the opportunity to eat on their own from the start of the process of introducing complementary foods. breast milk. The aim of this research was to determine the effect of the baby-led weaning method on oral motor skills in babies 6-12 months in the UPTD Work Area of ​​the East Peureulak Health Center. The research design used in this research is quasi-experimental with a one group pretest-posttest approach. The population in this study were all 127 babies aged 6-12 months in the East Peureulak Health Center Working Area. The number of samples in this study was 15 babies 6-12 months. The sampling technique in this research used purposive sampling. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the Wilcoxon test. The results of the study showed that the oral motor skills of babies aged 6-12 months before being given the baby led weaning method were 6.6 with a standard deviation of 0.737 and a Confidence Interval of 5-8 and after being given the baby led weaning method was 7.4 with a standard deviation of 0.516 and Confidence Intervals 7-8. There is an effect of baby-led weaning on oral motor skills in babies 6-12 months with a p-value of 0.004 (p<0.05). It is hoped that parents can use baby-led weaning as an option method for providing MPASI to stimulate children's motor skills, increase children's appetite, train children to recognize food textures, and must still be under the supervision of competent health workers.
THE EFFECT OF BABY LED WEANING METHOD ON ORAL MOTOR SKILLS IN BABIES 6-12 MONTHS IN THE WORKING AREA OF THE EAST PEUREULAK PUSKESMAS Rahmisyah Rahmisyah; Herna Linda; Sri Rizki Purnamita Jayati
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral motor skills for babies aged 6-12 months can be improved by providing stimulation such as baby-led weaning, which is a method of eating activities that introduces healthy family foods that are often consumed by families in the form of finger foods and gives children the opportunity to eat on their own from the start of the process of introducing complementary foods. breast milk. The aim of this research was to determine the effect of the baby-led weaning method on oral motor skills in babies 6-12 months in the UPTD Work Area of ​​the East Peureulak Health Center. The research design used in this research is quasi-experimental with a one group pretest-posttest approach. The population in this study were all 127 babies aged 6-12 months in the East Peureulak Health Center Working Area. The number of samples in this study was 15 babies 6-12 months. The sampling technique in this research used purposive sampling. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the Wilcoxon test. The results of the study showed that the oral motor skills of babies aged 6-12 months before being given the baby led weaning method were 6.6 with a standard deviation of 0.737 and a Confidence Interval of 5-8 and after being given the baby led weaning method was 7.4 with a standard deviation of 0.516 and Confidence Intervals 7-8. There is an effect of baby-led weaning on oral motor skills in babies 6-12 months with a p-value of 0.004 (p<0.05). It is hoped that parents can use baby-led weaning as an option method for providing MPASI to stimulate children's motor skills, increase children's appetite, train children to recognize food textures, and must still be under the supervision of competent health workers
Hubungan Kondisi Fisik Dan Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Dengan Aktivitas Seksual Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar Rosalinda, Rosalinda; Malem, Rehmaita; Rahmisyah, Rahmisyah; Riza, Nelva
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8h61j796

Abstract

During pregnancy, physical and psychosocial changes occur due to the growth and development of the fetus. During pregnancy, it is estimated that 80% of physical and psychological changes occur in pregnant women. Thisstudy is tofind out the relationship between the physical condition and knowledge of primigravida pregnant women with sexual activity. This type of research is cross sectional. The population in this study is all primigravida pregnant women in the Working Area of the Darussalam Health Center, Aceh Besar Regency in July 2024 as many as 34 people by means of total sampling. This research was conducted in July 2024 with a questionnaire filling method. Data processing is carried out using a chi square test. The results of the univariate analysis revealedthat the majority of physical conditions in primigravida pregnant women in the Darussalam Health Center Working Area, Aceh Besar Regency in 2024, were in the sick category , which was 58.8%, the majority of knowledge of primigravida pregnant women is in the poor category, which is 58.8% and the majority of sexual activity in primigravida pregnant women is in the declining category , which is 70.6%. Theresults of bivariate analysis obtained ada relationship between physical conditions p value (0.002 < α : 0.05, ada relationship between knowledge p value (0.000 < α : 0.05 ) primigravida pregnant women with sexual activity. It is expected that respondents will deepen their knowledge about sexual activity during pregnancy both through print and electronic media.
Pengaruh Pola Menyusui Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan di Klinik Utama Bunda Ria Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh Ramadani, Afra; Rahmisyah, Rahmisyah; Fazira, Frisca
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6231

Abstract

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, khususnya pada masa emas usia 0–12 bulan. Pola dan frekuensi menyusui yang tepat tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga berperan dalam menjaga produksi ASI agar tetap optimal. Pola menyusui yang kurang baik dapat berdampak pada tidak tercapainya kenaikan berat badan bayi sesuai standar Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan di Klinik Utama Bunda Ria Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi usia 0–6 bulan di Klinik Utama Bunda Ria sebanyak 74 bayi, dengan sampel 40 bayi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pola menyusui kurang, sebagian besar bayi tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM.  Pola menyusui cukup, kenaikan berat badan bayi masih belum optimal. Sementara, pada pola menyusui baik, mayoritas bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value <0,001 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pola menyusui dengan kenaikan berat badan bayi usia 0–6 bulan. Kesimpulannya semakin baik pola menyusui ibu, semakin besar peluang bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai KBM. Oleh karena itu, edukasi pola menyusui perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan bayi secara optimal.
Hubungan Konsumsi Junkfood (Makanan Siap Saji) dengan Status Gizi pada Anak Usia 10–12 Tahun di SDN Deah Rungkom Kajhu Baitussalam Aceh Besar Mahdarina, Reska; Kasmini, Lili; Rahmisyah, Rahmisyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7272

Abstract

Permasalahan kekurangan dan kelebihan gizi masih terjadi secara bersamaan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan belajar anak. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan status gizi anak adalah pola konsumsi junk food atau makanan siap saji yang umumnya tinggi lemak, gula, dan garam, tetapi rendah serat serta zat gizi penting. Konsumsi junk food pada anak usia 10–12 tahun cenderung meningkat seiring perubahan gaya hidup dan kemudahan akses terhadap makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi junk food dengan status gizi pada anak usia 10–12 tahun di SDN Deah Rungkom Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV–VI sebanyak 55 orang dengan teknik total sampling. Data konsumsi junk food dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan status gizi diukur menggunakan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) berdasarkan standar WHO. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 29,960 dengan df = 12 dan nilai signifikansi p = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dengan status gizi anak. Uji Linear-by-Linear Association juga menunjukkan adanya kecenderungan hubungan linier (p = 0,040). Dapat disimpulkan bahwa konsumsi junk food berhubungan dengan status gizi anak usia 10–12 tahun di SDN Deah Rungkom Kajhu Baitussalam Aceh Besar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KEPALA KELUARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGOBATAN TRADISIONAL DI DESA PAYA PASI KECAMATAN JULOK KABUPATEN ACEH TIMUR TAHUN 2021 Rahmisyah Rahmisyah
Getsempena Health Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v1i1.1707

Abstract

A B S T R A C T Traditional medicine is treatment that is carried out traditionally, hereditary, based on ancestral recipes, customs, beliefs, or local customs, both magical and traditional knowledge. The purpose of this study was to determine the factors that influence the behavior of the head of the family towards traditional medicine decision making in Paya Pasi Village, Julok District, East Aceh Regency in 2017. The research design used was Cross Sectional with simple random sampling method. The results of this study indicate that the majority of respondents' knowledge is sufficient, namely as many as 28 people (56%) in the Chi Square test obtained a P Value (0.032) <0.05 so it can be concluded that there is a significant relationship between the knowledge of the head of the family towards the behavior of the head of the family in decision making. Traditional Medicine. The majority of respondents' attitudes are positive, namely 41 people (82%). From the distribution table above shows the correlation test obtained P Value (0.002) <0.05 so it can be concluded that there is a significant relationship between the attitude of the head of the family towards the behavior of the head of the family in traditional medicine decision making. The conclusion of this study is that knowledge has no effect on the behavior of the head of the family in making decisions about traditional medicine, but attitudes are very influential for that it is recommended that people be wiser in choosing treatment A B S T R A K Pengobatan tradisional adalah pengobatan yang dilakukan secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magik maupun pengetahuan tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepala keluarga terhadap pengambilan keputusan pengobatan tradisional di Desa Paya Pasi Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakana adalah Cross Sectional dengan metode penarikan sampel dengan simple random Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas pengetahuan responden adalah Cukup yaitu Sebanyak 28 Orang (56%)pada uji Chi Square diperoleh nilai P Value (0,032) < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kepala Keluarga Terhadap Perilaku Kepala Keluarga Dalam Pengambilan Keputusan Pengobatan Tradisional.Sikap responden adalah mayoritas bersikap Positif yaitu Sebanyak 41 Orang (82%). Dari tabel distribusi di atas menunjukkan pada uji korelasi diperoleh nilai P Value (0,002)<0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap kepala Keluarga Terhadap Perilaku Kepala Keluarga Dalam Pengambilan Keputusan Pengobatan Tradisional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan tidak berpengaruh terhadap perilaku kepala keluarga dalam pengambilan keputusan terhadap pengobatan tradisional, namun sikap sangat berpengaruh untuk itu disarankan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih pengobatan.