Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari metode MRP dengan kebijakan UMKM Ampyang Jawa sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan efisiensi biaya persediaan bahan baku.Objek pada penelitian ini pada UMKM Ampyang Jawa yang bergerak dibidang industry makanan yang memproduksi ampyang. Tantangan yang dihadapi UMKM Ampyang Jawa adalah apakah pengendalian persediaan bahan baku sudah efisien dan apakah penerapan metode Material Requirement Planning (MRP) dapat mengefisienkan biaya persediaan bahan baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Material Requirement Planning (MRP) dengan teknik analisis data menggunakan teknik Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ). Metode ini digunakan untuk mengimplementasikan dan mengendalikan persediaan berdasarkan kebutuhan melalui perencanaan dan penjadwalan jumlah yang akurat dari semua bahan yang diperlukan. Menentukan pemesanan kebutuhan persediaan, tidak hanya mempertimbangkan pengalaman dan pesanan yang mendadak saja, namun perlu dilakukan perlu dilakukan agar untuk melancarkan pekerjaan agar dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditentukan. Hasil penelitian kebijakan pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan UMKM Ampyang Jawa di Karanganyar belum efisien, dibandingkan dengan metode MRP dengan teknik LFL, EOQ dan POQ. Berdasarkan dari perhitungan total biaya persediaan menurut kebijakan UMKM Ampyang Jawa sebesar Rp18.399.875,00, dimana lebih besar dibandingkan metode MRP. Total biaya persediaan bahan baku dengan teknik LFL sebesar Rp3.635.120,00, teknik EOQ sebesar Rp4.302.720,00, dan teknik POQ sebesar Rp3.635.120,00. Berdasarkan perhitungan tingkat efisiensi biaya dengan teknik LFL sebesar 80,1%, teknik EOQ sebesar 76,6% dan teknik POQ 80,1%.
Copyrights © 2026