Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-commerce, konsumsi telekomunikasi rumah tangga, dan transaksi digital terhadap daya beli masyarakat di Pulau Sumatera periode 2019–2024. Perkembangan ekonomi digital yang pesat telah mengubah pola konsumsi dan sistem transaksi masyarakat. Namun, peningkatan aktivitas digital belum tentu mencerminkan peningkatan kemampuan daya beli secara riil. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji. hubungan antara indikator digitalisasi ekonomi dengan daya beli masyarakat yang diproksikan melalui pengeluaran per kapita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data panel yang mencakup sepuluh provinsi di Pulau Sumatera selama enam tahun pengamatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik. Model regresi dipilih melalui uji spesifikasi model dan dilanjutkan dengan pengujian asumsi klasik serta uji hipotesis secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan e-commerce, konsumsi telekomunikasi rumah tangga, dan transaksi digital berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Secara parsial, konsumsi telekomunikasi rumah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli masyarakat. Sebaliknya, e-commerce tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli masyarakat. Sementara itu, transaksi digital berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak seluruh aspek digitalisasi ekonomi secara langsung meningkatkan daya beli, sehingga diperlukan kebijakan yang mendorong pemerataan akses digital dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Copyrights © 2026