memiliki potensi besar dari aspek keindahan alam dan nilai sejarah. Namun, berdasarkan data jumlah kunjungan wisatawan tahun 2020–2024, terjadi fluktuasi dan penurunan kunjungan, khususnya pada tahun 2023 dan 2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata belum optimal, terutama dalam penerapan komponen pariwisata 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, dan Ancillary). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi pengembangan destinasi wisata guna meningkatkan minat berkunjung wisatawan dengan menggunakan pendekatan 4A dan analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), yaitu menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi aktual komponen pariwisata yang meliputi daya tarik (attraction), aksesibilitas (accessibility), amenitas (amenities), dan pelayanan tambahan (ancillary services). Sementara itu, pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendukung analisis dalam oerumusan strategi pengembangan melalui pembobotan dan penilaian faktor internal dan eksternal dalam analisis SWOT. Sumber data, primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal destinasi sebagai dasar perumusan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Panorama Ngarai Sianok dan Lobang Jepang memiliki kekuatan dan peluang yang lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi Strengths–Opportunities (SO) merupakan strategi yang paling dominan dan direkomendasikan, yaitu dengan memanfaatkan kekuatan daya tarik alam dan sejarah untuk menangkap peluang peningkatan minat wisata alam dan wisata sejarah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan strategi pengembangan berbasis komponen 4A secara terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kualitas.
Copyrights © 2026