Manajemen merupakan elemen penting dalam mengelola dan mengarahkan sumber daya agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Dalam perspektif Islam, manajemen tidak hanya dipahami sebagai proses administratif dan teknis, melainkan juga sebagai amanah yang memiliki nilai ibadah serta tanggung jawab moral di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap aktivitas manajerial tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual dan etika yang menjadi landasannya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian serta prinsip-prinsip manajemen dalam perspektif Islam melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen dalam Islam berlandaskan pada nilai tauhid yang menekankan kesadaran akan keesaan Tuhan sebagai pusat orientasi dalam setiap pengambilan keputusan. Selain itu, terdapat prinsip kesatuan arah dan komando, keadilan dan kesejahteraan, serta musyawarah (syura) sebagai dasar dalam menentukan kebijakan. Prinsip efisiensi dan efektivitas juga menjadi perhatian, disertai dengan produktivitas, disiplin, integritas, dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas. Pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas turut memperkuat sistem kerja yang terstruktur dan akuntabel. Di samping itu, nilai ukhuwah atau persaudaraan menjadi fondasi dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan saling mendukung. Sebagian prinsip tersebut memiliki kesamaan dengan konsep manajemen Barat, terutama dalam aspek efisiensi dan efektivitas. Namun, terdapat perbedaan mendasar dalam orientasinya. Manajemen Barat cenderung berfokus pada rasionalitas dan profitabilitas, sedangkan manajemen Islami menawarkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi duniawi dan ukhrawi guna mewujudkan kesejahteraan sekaligus keberkahan hidup.
Copyrights © 2026