Penelitian ini mengkaji strategi efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an di pondok pesantren, yang merupakan salah satu institusi pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi tahfizh Al-Qur'an. Meskipun demikian, proses menghafal Al-Qur'an di lingkungan pesantren sering menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari faktor internal santri seperti motivasi, kedisiplinan, dan konsistensi belajar, maupun faktor eksternal seperti metode pembelajaran dan lingkungan belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai strategi peningkatan hafalan yang diterapkan di pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen guna menggali pengalaman, persepsi, dan praktik yang dilakukan oleh santri, pengajar, serta pengurus pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niat yang tulus (ikhlas) dan tekad yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi proses hafalan. Strategi ini diperkuat melalui pemilihan pasangan muroja'ah yang suportif, penerapan target setoran hafalan secara konsisten, serta praktik saling menyimak dan mengoreksi antar santri. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan dalam menjaga kedisiplinan dan keseriusan pelaksanaan program muroja'ah, yang menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan komitmen santri. Selain itu, pengawasan dan bimbingan dari pengampu halaqoh memiliki peran penting dalam memastikan proses hafalan berjalan secara efektif melalui evaluasi, arahan, serta pendampingan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara santri, pasangan muroja'ah, dan pengampu halaqoh menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga kualitas hafalan Al-Qur'an dapat meningkat secara optimal dan berkelanjutan
Copyrights © 2026