Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Posing dan siswa yang menggunakan pembelajaran dengan metode ceramah pada siswa kelas VII pada materi himpunan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sumbawa Besar. Pemilihan sampel dilakukan dengan simple random sampling dan diperoleh kelas VII1 sebagai kelas eksperimen dan VII2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen di-treatment menggunanakan model pembelajaran Problem Posing, sedangkan kelas kontrol di-treatment dengan metode pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan angket. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan menggunakan uji beda rata-rata dua sampel tidak berpasangan dan uji beda rata-rata dua sampel berpasangan dengan bantuan aplikasi SPSS 16.0. Sedangkan angket diberikan kepada kelas eksperimen dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil uji beda rata-rata berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa pada pembelajaran Problem Posing dengan siswa dengan pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan hasil pretest dan posttest siswa Kelas Kontrol mendapatkan peningkatan sebesar 14,0 sedangkan peningkatan kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 44,6. Hasil uji beda rata-rata tidak berpasangan menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran Problem Posing lebih baik daripada siswa pada pembelajaran konvensional. Hasil analisis angket menunjukan bahwa sikap siswa terhadap model pembelajaran problem posing secara keseluruhan menunjukkan sikap positif.
Copyrights © 2023