Ketersediaan sumber mata air yang efisien dan terjangkau merupakan hal penting untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Banjarsari yang menghadapi kendala geografis dan distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan algoritma Prim dalam merancang jaringan distribusi pipa air bersih yang optimal dari segi jarak dan biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kuantitatif, melibatkan pengumpulan data lapangan berupa koordinat titik sumber dan distribusi, serta jarak antar titik. Data kemudian diolah ke dalam graf berbobot dan dianalisis menggunakan algoritma Prim melalui perangkat lunak komputer. Hasilnya menunjukkan bahwa algoritma ini mampu menghasilkan jalur distribusi air dengan total panjang pipa 510 meter, yang lebih efisien dibanding pendekatan konvensional. Kontribusi penelitian ini terletak pada penerapan algoritma Prim dalam konteks geografis spesifik serta potensi pengembangan model distribusi air berbasis graf minimum. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan alternatif solusi perencanaan infrastruktur air bersih yang hemat biaya dan dapat diadaptasi pada desa lain dengan kondisi serupa.
Copyrights © 2025