Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan matematika mahasiswa melalui angket dan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua kategori kecemasan, yaitu tinggi dan sedang. Mahasiswa dengan kecemasan tinggi mengalami gejala kognitif, afektif, dan fisiologis yang dominan, seperti bingung, takut salah, gugup, tegang, jantung berdebar, serta sulit fokus saat ujian atau ditanya dosen. Faktor penyebab utama meliputi kesulitan memahami materi, tekanan akademik, kurang percaya diri, dan gaya mengajar yang kurang mendukung, yang berdampak pada konsentrasi, pemahaman, dan hasil belajar. Sebaliknya, mahasiswa dengan kecemasan sedang menunjukkan gejala ringan yang dapat dikendalikan, didukung oleh sikap positif terhadap matematika, persiapan belajar, metode pengajaran yang jelas, dan suasana kelas yang kondusif, sehingga kecemasan justru menjadi motivasi untuk aktif dan percaya diri. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor internal dan eksternal secara signifikan memengaruhi tingkat kecemasan dan keberhasilan belajar matematika mahasiswa.
Copyrights © 2025