Roti merupakan makanan pokok sehari-hari bagi banyak orang, dan menentukan tingkat kematangan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan. Penelitian ini menerapkan metode logika fuzzy, yaitu Mamdani dan Tsukamoto, untuk menentukan tingkat kematangan roti berdasarkan tiga variabel input, yaitu suhu pemanggangan, ketebalan adonan, dan waktu pemanggangan. Sistem memproses data input melalui tahap fuzzifikasi, evaluasi aturan, dan defuzzifikasi untuk menghasilkan persentase yang menunjukkan tingkat kematangan. Analisis perbandingan menunjukkan bahwa metode Tsukamoto menghasilkan output yang lebih mendekati hasil pemanggangan yang sebenarnya, terutama pada skenario dengan target tingkat kematangan sekitar 60 persen. Oleh karena itu, metode Tsukamoto direkomendasikan karena menunjukkan akurasi yang lebih baik dan lebih cocok untuk diterapkan dalam sistem kontrol pemanggangan yang cerdas.
Copyrights © 2025