Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan Ekowisata Mangrove Park Kota Pekalongan dalam kaitannya dengan keberlanjutan lingkungan dan kepuasan pengunjung. Studi ini mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama pengelolaan ekowisata, mengukur persepsi dan tingkat kepuasan stakeholder terhadap kondisi fisik, fasilitas, serta layanan yang tersedia, dan menganalisis dampak perubahan lingkungan terhadap ekosistem mangrove. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data persepsi menggunakan skala Likert. Sepuluh aspek yang dianalisis menggunakan skala Likert mencakup atraksi wisata, kondisi alam, kebersihan, tempat ibadah, toilet umum, gazebo, area parkir, kondisi jalan dan aksesibilitas menuju lokasi, pemasaran ekowisata, serta keterlibatan masyarakat, menghasilkan beragam persepsi sesuai kategori interpretasi. Data nilai aset ekowisata menunjukkan bahwa ekowisata ini belum mampu mengoptimalkan potensinya karena keterbatasan jumlah pengunjung. Selain itu, perubahan lingkungan pesisir, termasuk kenaikan muka air laut dan penurunan tanah, memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekowisata, mengancam infrastruktur, dan menurunkan daya tarik kawasan. Dalam jangka panjang, tanpa mitigasi yang tepat, tren penurunan kualitas lingkungan ini dapat semakin menghambat keberlanjutan Mangrove Park. Oleh karena itu, diperlukan strategi rehabilitasi ekosistem, peningkatan kualitas fasilitas dan layanan, serta optimalisasi pemasaran untuk meningkatkan daya tarik ekowisata ini.
Copyrights © 2025