Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi verifikasi data kemiskinan di Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, melalui aplikasi BANGKIT yang sering mengalami kendala teknis berupa pemeliharaan sistem pada jam kerja. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan partisipatif yang didukung oleh data deskriptif kuantitatif sederhana, penelitian ini menerapkan strategi validasi hibrida yang mengintegrasikan pencatatan formulir manual secara doortodoor sebagai mekanisme mitigasi saat infrastruktur digital tidak stabil. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi visual terhadap indikator fisik hunian dan aset ekonomi pada 2.127 Kepala Keluarga (KK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi verifikasi faktual berhasil mengoreksi basis data awal, di mana jumlah keluarga miskin valid menurun menjadi 2.048 KK. Temuan signifikan mencatat adanya inclusion error sebanyak 468 KK yang secara faktual tidak miskin namun terdaftar sebagai penerima bantuan, akibat adanya manipulasi data mandiri dan budaya ketergantungan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa di tengah keterbatasan infrastruktur teknologi pemerintahan daerah, intervensi verifikasi fisik tetap menjadi instrumen vital untuk menjamin akurasi data. Strategi input ulang data manual ke sistem digital terbukti efektif menjaga integritas basis data kemiskinan, sehingga disarankan adanya penjadwalan ulang pemeliharaan sistem di luar jam operasional.
Copyrights © 2025