Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (Mtb), dengan angka morbiditas yang masih tinggi secara global. Enzim dethiobiotin synthetase (DTBS) berperan penting dalam biosintesis biotin, yang esensial bagi pertumbuhan dan virulensi Mtb, namun tidak ditemukan pada manusia. Oleh karena itu, DTBS menjadi target strategis dalam pengembangan obat anti-TB. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa turunan hesperetin sebagai inhibitor DTBS melalui pendekatan penambatan molekul menggunakan AutoDock Vina, serta memprediksi profil farmakokinetik dan toksisitasnya menggunakan pkCSM. Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh senyawa turunan hesperetin memiliki afinitas pengikatan yang lebih kuat dibandingkan ligan referensi DAPA (-6,2 kcal/mol), dengan hesperetin 7-O-rhamnoside menunjukkan energi ikatan terendah (-9,1 kcal/mol). Senyawa tersebut menunjukkan adanya interaksi molekuler yang mencakup ikatan hidrogen dengan residu Thr41 dan interaksi hidrofobik dengan Ala110 di sisi aktif DTBS. Prediksi farmakokinetik dan toksisitas menunjukkan profil yang mendukung untuk pengembangan lebih lanjut, meskipun diperkirakan memiliki permeabilitas Caco-2 yang rendah sehingga mengindikasikan keterbatasan dalam absorpsi oral. Studi ini mengungkapkan bahwa turunan hesperetin, khususnya hesperetin 7-O-rhamnoside, berpotensi sebagai inhibitor selektif DTBS yang dapat menghambat biosintesis biotin Mtb tanpa memengaruhi sel inang manusia.
Copyrights © 2025