cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 26861062     EISSN : 25982583     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 139 Documents
PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI MENGGUNAKAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Siti Pandanwangi TW LUGINA; Esra Reinanda Nabila; Nurpatmawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protein dan karbohidrat merupakan komponen penting dalam media pertumbuhan bakteri. Tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang diperlukan oleh bakteri Staphylococcus aureus untuk tumbuh dan berkembang biak. Tujuan penelitian ini untuk menentukan berat tepung biji nangka yangpaling baik sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan media tepung biji nangka berat 2 gram, 2,5 gram dan 3 gram ditambah aquadest dan agar rose serta nutrient agar sebagai kontrol positif, dengan bakteri pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6. Data statistik menggunakan analisis varians satu arah (ANOVA) dan uji post hoc-LSD. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri Staphylococcus aureus dengan media tepung biji nangka pada berat 2 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10- 6 adalah 260 koloni, 190 koloni, dan 130 koloni. Pada berat 2,5 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6 adalah 290 koloni, 109 koloni, 169 koloni. Pada berat 3 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6 adalah 315 koloni, 268 koloni, 183 koloni. Pada pertumbuhan koloni bakteri staphylococcus aureus pada nutrient agar dengan pengenceran 10-4, 10-5, dan 10-6 adalah 635 koloni, 536 koloni, dan 332 koloni, Kesimpulan diperoleh bahwa media tepung biji nangka dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Media tepung biji nangka berat 3 gram yang  paling baik sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus tetapi tidak setara dengan kontrol positif. 
KARAKTERISTIK DAN TERAPI ANTIANEMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Adnan; Salsabila Julia Virti LUGINA
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 80-90% pasien yang mendapatkan terapi hemodialisis akan mengalamianemia. Kekurangan hormon eritropoietin menjadi penyebab terjadinya anemia pada pasien penyakit ginjal kronik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan terapi antianemia pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Bantul.   Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Teknik sampling adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang dilakukan secara retrospektif. Sebanyak 58 sampel data rekam medis pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Bantul periode tahun 2020. Terdapat 58 sampel, berdasar usia, ≥ 55 tahun ada 32 (60,3%), jenis kelamin lakilaki 31 (53,4%), pendidikan terakhir SMA ada 35 (60,3%), pekerjaan karyawan swasta 30 (51,7%), penyakit penyerta hipertensi (37,9%), mayoritas lama pasien menjalani hemodialisis selama 24 bulan (51,7%), dan frekuensi terapi hemodialisis sebanyak 2x seminggu (100%). Terapi EPO tunggal 21 antianemia yang paling banyak diberikan yaitu terapi kombinasi berupa EPO + Asam Folat (44,8%) 
PENGARUH PENAYANGAN VIDEO SWAMEDIKASI OBAT BATUK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA JATISEENG, KECAMATAN CILEDUG, KABUPATEN CIREBON Tiara Diyana Wati; Rizki Rahmah Fauzia; Retno Tresno Sundari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuk adalah gejala penyakit yang pengobatannya dapat dilakukan secara swamedikasi oleh masyarakat. Kesalahan dalam pengobatan akan terjadi pada swamedikasi jika tidak didasari oleh pengetahuan yang baik. Oleh karena itu diperlukan media edukasi yang menarik untuk meningkatkan pengetahuan swamedikasi obat batuk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penayangan video swamedikasi obat batuk terhadap tingkat pengetahuan masyarakat desa Jatiseeng sebelum dan sesudah penayangan video. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan pre-experimental design type one group pretest-posttest (tes awal - tes akhir kelompok tunggal) dengan, pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 98 orang dan instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pretest-posttest dan video animasisebagai sarana media edukasi. Hasil pengujian menunjukkan terdapat pengaruh penayangan video swamedikasi obat batuk terhadap pengetahuan masyarakat Jatiseeng dimana tingkat pengetahuan masyarakat meningkat setelah adanya penayangan video dengan nilai pretest 69,27% dan posttest 83,39%. 
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN ISPA PUSKESMAS WARUNGPRING PEMALANG JAWA TENGAH Dhea Novakinanda Regar; Vivi Afiyatun Nahdliyah; Ahmad Azrul Zuniarto; Ris Ayu Nuari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan bagian dari Medication Error (ME) yang dihadapi hampir semua negara di dunia. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepataan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien, dalam menggunakan Antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif melalui pengambilan data rekam medik secara prospektif. Dari 168 kasus pasien ISPA pada Februari tahun 2022 jumlah sampel yang diambil sebanyak 118 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang tercatat menderita ISPA yang mendapatkan Antibiotik. Pengambilan data menggunakan teknik random sampling, dilakukan Bulan Maret 2022.  Hasil penelitian dari 118 kasus pasien ISPA menunjukkan kejadian DRPs kategori ada indikasi tanpa obat sebanyak 15 kasus (12,71%), tidak ada obat tanpa indikasi, tidak ada ketidaktepataan pemilihan obat, dosis tertalu rendah sebanyak 10 kasus (8,47%), dan dosis terlalu tinggi sebanyak 7 kasus (5,94 %). Sementara itu untuk DRPs kategori efek samping obat paling banyak terjadi mual/muntah dengan presentase 35,59% dan DRPs tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah yaitu sebesar 49,20%. Sehingga dapat disimpukan bahwa presentase terbesar DRPs penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang yaitu terkait efek samping pengobatan dan kepatuhan pasien. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRANUL SERBUK LIMBAH IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DENGAN BAHAN TAMBAHAN KULIT BIJI PADI (Oryza Sativa L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas fluorescens Dwi Meiria A; Ris Ayu Nuari; Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi; Tita Haerunnisa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa antibakteri digunakan untuk menghambat pertumbuhan danreproduksi bakteri, terutama bakteri yang bersifat merugikan. Pseudomonas fluorescens merupakan salah satu mikroorganisme antagonis untuk pengendalian hayati dan penginduksi ketahanan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sediaan granul limbah Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas fluorescens serta untuk mengetahui pada konsentrasi berapa yang paling efektif. Metode penelitian ini adalah metode experimen dengan metode cetak lubang. Variabel bebasnya adalah granul pakan dari serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) pada konsentrasi 35% dan bahan pengikat pati kulit padi sebanyak 0,4 Kg dengan konsentrasi pengenceran 1%, 2%, dan 4%. Uji Antibakteri dilakukan secara aseptis menggunakan metode difusi sumuran dengan media agar NA. Dari hasil data uji normalitas adanya data yang tidak berdistribusi normal sehingga pengujian dilanjutkan dengan uji non- parametrik Kruskal Wallis. Dihasilkan nilai Asmyp. Sig 0,001 < 0,05 yang dapat diartikan H0 ditolak H1 diterima, yang artinya granul serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) mempunyai aktivitas antibakteri Pseudomonas fluorescens. Hasil uji Mann Whitney pada konsentrasi 2% menunjukan hasil nilai signifikasi 0,076 > 0,050 dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang paling efektif yaitu konsentrasi 2% karena tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TABLET HISAP KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Eti Haryati; Rizka Noviana Sari; Nurpatmawati; Fitri Zakiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tanaman sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki kandungan tanin, saponin dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Mempertimbangkan kemudahan dalam pemakaian maka ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan jahe (Zingiber officinale) dibuat sediaan tablet hisap yang lebih praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri tablet hisap kombinasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.  Metode penelitian ini adalah eksperimental. Tablet hisap dibuat dengan formula X1 perbandingan ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe 2:2, formula X2 dengan perbandingan 3:1 dan formula X3 dengan perbandingan 1:3. Kontrol positif yang digunakan kloramfenikol 50 μg dan kontrol negatif yang digunakan tablet hisap tanpa ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan mengukur zona bening pada media agar padat. Hasil zona bening dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona bening yang dihasilkan untuk masingmasing formula yaitu X1 (10mm), formula X2 (8,09 mm), formula X3 (16,02 mm), kontrol negatif (3,22 mm) dan kontrol positif (16,27 mm). Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa tablet hisap kombinasi esktrak daun sirih hijau (Piper betleL.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan formula X3 yang memiliki aktivitas antibakteri paling besar dengan nilai sig ( 0,517 > 0,05). 
UJI PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DAN SABUN CAIR MCT (MEDIUM CHAIN TRYGLISERIDA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Nina Pratiwi Susanti; Subagja; Yahya Ade Primadi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan sabun cair dapat dibuat dari bahan alami yaitu kelapa. Salah satu produk kelapa yang saat ini berkembang dan diminati adalah Minyak Kelapa Murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). VCO mengandung asam-asam lemak jenuh diantaranya Medium Chain Fatty Acid (MCFA) dan Medium Chain Trygliserida (MCT). Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri antara sabun cair VCO dengan sabun cair MCT terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan media pertumbuhan nutrient agar. Variabel X dan Z yaitu VCO (Virgin Coconut Oil) dan MCT (Medium Chain Trygliserida) diformulasikan menjadi sediaan sabun cair pada konsentrasi 15%, 30% dan 45% (Percobaan dilakukan pada 5 cawan petri) dan variabel Y yaitu adanya daya hambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dilihat dari adanya zona bening. Zona bening yang didapatkan untuk masing-masing kelompok perlakuan yaitu VCO (15%) 13,20mm, VCO (30%) 19,76mm dan VC0 (45%) 21,41mm sedangkan MCT (15%) 16,90 mm, MCT (30%) 21,56mm dan MCT (45%) 24,27mm. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antibakteri antara sabun cair VCO (Virgin Coconut Oil) dengan sabun cair MCT (Medium Chain Trygliserida) terhadap  bakteri Staphylococcus aureus. Sabun Cair MCT memiliki aktivitas antibakteri yang paling besar jika dibandingkan dengan sabun cair VCO. 
PENGARUH PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENYAKIT INFLUENZADI MASYARAKAT DESA TERUSAN KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU Ahmad Azrul Zuniarto; Fitri Zakiah; Deni Nurfaizi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatannya sendiri dan harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional. Kriteria obat rasional antara lain ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis obat, tidak adanya efek samping, tidak adanya kontraindikasi, tidak adanya interaksi obat, dan tidak adanya polifarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya Pengaruh Penggunaan Leaflet Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Penyakit Influenza di Masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Juni 2021. Analisis data yang digunakan adalah model analisis regresi liniear sederhana dengan SPSS versi 25 dari data pre test dan post test. Berdasarkan hasil uji, tingkat pengetahuan swamedikasi influenza dengan total jawaban pada Pre test yaitu 1583 dengan nilai rata-rata 15,83 sedangkan pada Post test memperoleh nilai 1817 dengan nilai rata-rata 18,17. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan leaflet terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi influenza di masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. 
EFEKTIVITAS ANTI-KANKER PAYUDARA SUSPENSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) PADA TIKUS PUTIH BETINA YANG DIINDUKSI DENGAN LARUTAN BENZENA Rizki Rahmah Fauzia; Intan Yunita; Rahma Nafi&#039;ah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji Pepaya (Carica papaya L) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai melawan kanker, mengatasi virus, mengatasi peradangan, kontrasepsi alami, dan baik untuk hati. Kandungan flavanoid dan alkaloid mempunyai efektifitas sebagai alternatif antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak biji pepaya sebagai anti-kanker terhadap payudara tikus betina yang diinduksi larutan benzene dengan dilihat tiga parameter yaitu jumlah sel neutrofil, berat badan dan diameter payudara tikus betina dan untuk mengetahui pada dosis berapakah suspensi ekstrak biji papaya (Carica papaya L.) sebagai anti-kanker terhadap payudara tikus betina yang diinduksi larutan benzene. Penelitian ini bersifat eksperimental, ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Dosis yang digunakan adalah 1050 mg/KgBB, 1400 mg/KgBB, dan 1750 mg/KgBB. Penelitian dilakukan dengan menghitung berat badan tikus pre dan post, menghitung diameter payudara tikus pre dan post serta menghitung nilai neutrofil tikus pre dan post tikus putih betina. Dalam metode ini terdiri dari 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok I,II dan III dengan pemberian suspensi ekstrak biji pepaya, kelompok IV dengan pemberian suspensi suspensi tablet xeloda, kelompok V dengan pemberian basis suspensi dan kelompok VI tidak diberi perlakuan. Untuk mengetahui perbedaan pada setiap perlakuan dilakukan analisis Kruskal-Wallis dan one way anava dan untuk mengetahui perbedaan antara dua kelompok perlakuan dilakukan uji Mann-Whiteney dan anova. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa suspensi ekstrak biji pepaya memiliki efektifitas sebagai anti-kanker payudara pada tikus putih betina, dan suspensi ekstrak biji pepaya pada  dosis 1050 mg/KgBB memiliki efektifitas anti-kanker payudara yang sebanding dengan Xeloda. 
FORMULASI DAN UJI EVALUASI SEDIAAN POMADE DARI EKSTRAK ETANOL DAUN PARE YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN LIDAH BUAYA Ilham Maulana; Azhari Firmansyah; Reza Pratama Saputra; Resa Aulia Ananda
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetik pomade digunakan oleh pria pada rambutnya agar terlihat lebih menawan. Namun terkadang dapat terjadi kemerahan, rontok, kering dan berketombe jika tidak cocok dengan produknya. Oleh sebab itu perlu dilakukan formulasi pomade dari daun pare (Momordica charantia) dan lidah buaya (Aloe vera var. chinensis) yang dapat menggantikan penggunaan bahan-bahan kimia sintetis pomade sebagai zat aktifnya serta menguji evaluasi sediaannya yang merupakan tujuan penelitian ini. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental, yaitu berupa formulasipomade dengan ekstrak daun pare dan lidah buaya segar. formulasi 1 dengan perbandingan 10%:15%, formulasi 2 dengan konsentrasi 15%:20% dan formulasi 3 dengan konsentrasi 20%:20%. Daun pare dan lidah buaya segar dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol. Selanjutnya dilakukan uji evaluasi sediaan yang terdiri dari tiga uji yaitu uji homogenitas, uji pH dan uji organoleptis. Hasil yang didapat adalah sebuah pomade berbentuk semi padat beraroma harum dan homogen. Diantara ketiga formulasi, formulasi 2 dan 3 memiliki hasil yang lebih baik dan memenuhi syarat evaluasi sediaan. 

Page 1 of 14 | Total Record : 139