Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi, termasuk tanaman kelor (Moringa oleifera) yang dikenal sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun kelor. Metode yang digunakan meliputi maserasi dengan etanol 96%, skrining fitokimia, dan uji DPPH menggunakan KLT. Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun kelor mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid, namun tidak terdeteksi terpenoid. Aktivitas antioksidan ditunjukkan dari perubahan warna pada plat KLT. Nilai Rf masing-masing 0,67 dan 0,8 di bawah sinar UV, dan rendemen ekstrak sebesar 5,698%, di bawah standar farmakope (≥10%). Kesimpulannya, daun kelor mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan alami.
Copyrights © 2025