Pneumonia merupakan penyakit infeksi pada parenkim paru yang disebabkan mikro-organisme. Tatalaksana terapi pneumonia harus menggunakan antibiotika yang tepat, agar diperoleh pengobatan yang efektif, sehingga dapat mencegah resistensi antibiotika dan diperoleh efek terapi maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotika pasien pneumonia tahun 2019-2020 di salah satu Rumah Sakit Indramayu Jawa Barat menggunakan metode PCNE V9.1. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pengamatan secara retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien pneumonia yang mendapatkan terapi antibiotika yang memenuhi kriteria inklusi (pasien pneumonia ICD J18.9 yang menjalani terapi antibiotika semua kategori umur dan pasien pneumonia di rawat inap). Data penelitian diambil dari tahun 2019 sampai 2020. Analisis data secara univariat menggunakan tools PCNE V9.1. Dari 42 sampel sebagian besar pasien laki-laki (71,43%), usia 0-5 tahun (26,19%), banyak ditemukan mengalami anemia (19,23%), mayoritas mendapatkan pengobatan dirumah sakit selama ≤5 hari (92,86%). Persentase penggunaan antibiotika berdasarkan kategori PCNE V9.1 adalah tepat 68,29% dan tidak tepat 34,15%. Antibiotika yang paling banyak digunakan adalah ceftriakson (23,81%), sefotaksim (23,81%), dan kombinasi ceftriakson+azythromicin (7,14%). Perbaikan klinis pasien banyak ditemukan dalam keadaan membaik. Kesimpulan, evaluasi ketepatan penggunaan antibiotika adalah tepat 68,29% dan tidak tepat 34,15%. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat dikarenakan terdapat efek terapi yang tidak optimal sebanyak 16,67%, frekuensi dosis terlalu sering sebanyak 2,38%, dan durasi pengobatan terlalu singkat sebanyak 28,57%.
Copyrights © 2025