Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk dari spesies Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Upaya pencegahan dan pengendalian DBD melibatkan penggunaan insektisida nabati seperti senyawa alami flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang terkandung dalam kulit mentimun telah terbukti efektif sebagai larvasida terhadap nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Filtrat Ekstrak Kulit Mentimun (Cucumis sativus L) sebagai biolarvasida nyamuk Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan adalah true experiment, Populasi larva Aedes aegypti sebanyak 675 ekor. Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, kontrol positif (abate), kontrol negatif (aquadest) dan kontrol normal (air penetasan telur nyamuk). Pengamatan dilakukan dalam waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 24 jam setelah perlakuan dengan replikasi sebanyak tiga kali. . Hasil penelitian ini menunjukan pada perlakuan hasil Filtrat Ekstrak Kulit Mentimun jumlah persentase mortalitas berturut-turut sebesar 15% untuk konsentrasi 10%, 36% untuk konsentrasi 20%, 64% untuk konsentrasi 40%, 76% untuk konsentrasi 60%, 87% untuk konsentrasi 80%, 93% untuk konsentrasi 100%, untuk control negative dan control normal tidak ada kematian larva untuk control positif 100%. Hasil Analisis Probit didapatkan nilai LC50 berada pada konsentrasi 27,91% dan hasil uji ANOVA diperoleh nilai sig 0,000 < a 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa hasil penyaringan air ekstrak kulit mentimun memiliki efektivitas terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti.
Copyrights © 2026