Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu bagian dari permasalahan kesehatan terbesar didunia dan Indonesia menjadi salah satu negara yang memilki jumlah kasus TB tertinggi. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan komponen utama dalam terapi TB, namun praktik peresepan di lapangan seringkali belum sesuai dengan pedoman nasional yang berlaku. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam praktik peresepan OAT serta mengeksplorasi peluang perbaikan yang dapat dilakukan di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah literatur ilmiah yang relevan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir melalui pencarian di Google Scholar. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi ketidaksesuaian resep dengan pedoman, keterbatasan pelatihan bagi tenaga kesehatan, rendahnya kepatuhan pasien, fragmentasi layanan antara sektor publik dan swasta, serta keterbatasan akses terhadap obat dan fasilitas. Meskipun demikian, terdapat sejumlah peluang perbaikan seperti penguatan implementasi pedoman terapi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan, integrasi layanan kesehatan, serta pemanfaatan teknologi digital seperti sistem resep elektronik dan Video Observed Treatment (VOT). Studi ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan sistematis untuk mewujudkan praktik peresepan OAT yang rasional, efektif, dan berkelanjutan dalam rangka mencapai target eliminasi TB di Indonesia.
Copyrights © 2026