Inflamasi merupakan respon biologis tubuh yang penting namun dapat berakibat merugikan jika berlangsung berlebihan. Obat antiinflamasi sintetis efektif, tetapi sering menimbulkan efek samping bila digunakan jangka panjang. Kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi melalui penghambatan mediator inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas fisikokimia dan aktivitas antiinflamasi sediaan gel ekstrak kunyit. Gel diformulasikan dengan basis HPMC dalam konsentrasi 2%, 4%, dan 6%, kemudian diuji stabilitas organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat selama 28 hari. Aktivitas antiinflamasi diuji menggunakan metode edema telapak kaki tikus yang diinduksi karragenan. Hasil menunjukkan sediaan gel stabil dengan pH 6,0–6,2 dan tidak mengalami perubahan signifikan pada viskositas maupun daya sebar. Uji aktivitas memperlihatkan gel ekstrak kunyit konsentrasi 6% memiliki daya hambat inflamasi 66%, mendekati diklofenak (68%). Dengan demikian, gel ekstrak kunyit berpotensi sebagai sediaan topikal fitofarmaka antiinflamasi.
Copyrights © 2025