cover
Contact Name
Sari Marlina
Contact Email
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Phone
+62895619158302
Journal Mail Official
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan dan Farmasi
ISSN : 31234690     EISSN : 31234690     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan dan Farmasi (JKF) adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada publikasi hasil penelitian, kajian teoretis, dan inovasi di bidang kesehatan, farmasi, dan ilmu kefarmasian terapan. JKF menjadi wadah akademik bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi farmasi maupun kesehatan untuk berbagi temuan yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu farmasi. Ruang lingkup JKF meliputi: Farmasi klinis, farmakologi, dan farmasi komunitas. Pengembangan obat, sediaan farmasi, dan inovasi teknologi farmasi. Kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, dan pencegahan penyakit. Penelitian interdisipliner terkait kesehatan, farmasi, dan bioteknologi. Studi regulasi, kebijakan, dan manajemen farmasi.
Articles 6 Documents
Analisis Efektivitas Obat Antiviral dalam Pengelolaan Penyakit Menular di Indonesia miftah alfidyah
Jurnal Kesehatan dan Farmasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit, baik golongan opioid maupun non-opioid, semakin meningkat dan menimbulkan dampak kesehatan, sosial, serta ekonomi. Farmasis memiliki peran strategis dalam pencegahan melalui edukasi, konseling, dan pengawasan distribusi obat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan studi literatur untuk memahami kontribusi farmasis dalam menanggulangi penyalahgunaan obat. Hasil menunjukkan bahwa faktor utama penyalahgunaan meliputi rendahnya pengetahuan pasien, pengaruh lingkungan sosial, dan lemahnya regulasi distribusi. Farmasis berperan penting dalam meningkatkan kesadaran pasien, melakukan monitoring obat, serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain. Hambatan yang muncul antara lain keterbatasan jumlah farmasis dan maraknya penjualan obat daring. Kesimpulannya, peran farmasis sangat vital dalam menekan angka penyalahgunaan analgesik, namun memerlukan dukungan regulasi dan kolaborasi lintas profesi.
Analisis Pengaruh Pola Konsumsi Obat Herbal terhadap Kesehatan Lambung pada Masyarakat Perkotaan Sari marlina
Jurnal Kesehatan dan Farmasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat herbal semakin meningkat di masyarakat perkotaan seiring tren gaya hidup alami, namun penggunaannya tanpa kontrol dosis berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk pada lambung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola konsumsi obat herbal terhadap kesehatan lambung pada masyarakat perkotaan. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 120 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner terkait jenis, frekuensi, dan tujuan konsumsi herbal serta gejala lambung, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% responden rutin mengonsumsi herbal, terutama kunyit dan jahe, dengan 42% di antaranya mengalami keluhan lambung. Terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi herbal dan kesehatan lambung (p = 0,003). Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi herbal dapat memberikan manfaat protektif jika digunakan secara moderat, tetapi berisiko menimbulkan gangguan lambung bila berlebihan. Edukasi konsumsi herbal yang rasional diperlukan untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Evaluasi Efektivitas Program Konseling Farmasi dalam Meningkatkan Kepatuhan Pasien Anala agusnur
Jurnal Kesehatan dan Farmasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan pasien terhadap terapi obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengobatan, terutama pada penyakit kronis. Namun, tingkat kepatuhan masih rendah sehingga diperlukan intervensi efektif seperti konseling farmasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program konseling farmasi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan pasien. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pasien dengan terapi jangka panjang serta apoteker konselor. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling mampu meningkatkan pemahaman pasien tentang obat, mendorong motivasi kepatuhan, dan memperkuat hubungan terapeutik. Faktor pendukung keberhasilan meliputi komunikasi efektif dan dukungan emosional, sementara hambatan utama adalah keterbatasan waktu, fasilitas, serta kesadaran pasien. Disimpulkan bahwa konseling farmasi efektif dalam mendukung kepatuhan pasien, sehingga perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam layanan farmasi klinis.
Pendekatan Farmasi dalam Mengatasi Masalah Penyalahgunaan Obat Penghilang Rasa Sakit di Indonesia asty raisha
Jurnal Kesehatan dan Farmasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit, baik golongan opioid maupun non-opioid, semakin meningkat dan menimbulkan dampak kesehatan, sosial, serta ekonomi. Farmasis memiliki peran strategis dalam pencegahan melalui edukasi, konseling, dan pengawasan distribusi obat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan studi literatur untuk memahami kontribusi farmasis dalam menanggulangi penyalahgunaan obat. Hasil menunjukkan bahwa faktor utama penyalahgunaan meliputi rendahnya pengetahuan pasien, pengaruh lingkungan sosial, dan lemahnya regulasi distribusi. Farmasis berperan penting dalam meningkatkan kesadaran pasien, melakukan monitoring obat, serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain. Hambatan yang muncul antara lain keterbatasan jumlah farmasis dan maraknya penjualan obat daring. Kesimpulannya, peran farmasis sangat vital dalam menekan angka penyalahgunaan analgesik, namun memerlukan dukungan regulasi dan kolaborasi lintas profesi.
Studi Stabilitas Sediaan Gel Ekstrak Kunyit (Curcuma longa) sebagai Antiinflamasi pelia elza
Jurnal Kesehatan dan Farmasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi merupakan respon biologis tubuh yang penting namun dapat berakibat merugikan jika berlangsung berlebihan. Obat antiinflamasi sintetis efektif, tetapi sering menimbulkan efek samping bila digunakan jangka panjang. Kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi melalui penghambatan mediator inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas fisikokimia dan aktivitas antiinflamasi sediaan gel ekstrak kunyit. Gel diformulasikan dengan basis HPMC dalam konsentrasi 2%, 4%, dan 6%, kemudian diuji stabilitas organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat selama 28 hari. Aktivitas antiinflamasi diuji menggunakan metode edema telapak kaki tikus yang diinduksi karragenan. Hasil menunjukkan sediaan gel stabil dengan pH 6,0–6,2 dan tidak mengalami perubahan signifikan pada viskositas maupun daya sebar. Uji aktivitas memperlihatkan gel ekstrak kunyit konsentrasi 6% memiliki daya hambat inflamasi 66%, mendekati diklofenak (68%). Dengan demikian, gel ekstrak kunyit berpotensi sebagai sediaan topikal fitofarmaka antiinflamasi.
Hubungan Dukungan Sosial dan Kepatuhan OAT terhadap Kesembuhan Pasien TBC Purwodadi II Dewi Nuraini; Dewi Hartinah; Anny Rosiana
Jurnal Kesehatan dan Farmasi Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan dengan angka kejadian dan putus pengobatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan sosial dan kepatuhan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan tingkat kesembuhan pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas Purwodadi II. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional melibatkan 32 responden. Instrumen yang digunakan adalah MSPSS untuk dukungan sosial dan MARS untuk kepatuhan, sedangkan data kesembuhan diperoleh dari rekam medis. Hasil menunjukkan 90,6% responden memiliki dukungan sosial baik, 87,5% patuh minum OAT, dan 93,8% dinyatakan sembuh. Uji Spearman’s Rho menunjukkan hubungan sangat kuat antara dukungan sosial dan kesembuhan (r=0,830; p=0,000) serta hubungan kuat antara kepatuhan dan kesembuhan (r=0,683; p=0,000). Dukungan sosial dan kepatuhan minum OAT berperan signifikan dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien TBC.

Page 1 of 1 | Total Record : 6