Khazanah Multidisiplin
Vol. 1 No. 2 (2020): Khazanah Multidisiplin Vol 1, No 2 November (2020)

HAMBATAN DAN TANTANGAN PEREMPUAN ANGGOTA LEGISLATIF PASCA AFFIRMATIVE ACTION

Rini Sulastri (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2020

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam bidang politik mendapatkan hambatan yang luarbiasa, terutama masih melekatnya androsentrisme pada sektor publik di Indonesia. Tujuan artikel ini untuk mengungkapkan hambatan dan tantangan perempuan dalam ranah politik pasca adanya affirmative action. Melalui studi literatur, artikel ini mengungkapkan data kerterlibatan perempuan dalam lembaga legislatif pasca affirmative action, hambatan dan tantangan saat mampu masuk dalam lembaga legislatif tingkat nasional (DPR RI). Perempuan yang terpilih menjadi anggota DPR RI pasca affirmative action dari hasil pemilu tahun 2004 hingga 2019 mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum diterapkannya affirmative action. Meningkatnya kuantitas perempuan dalam parlemen tidak terlepas dari berbagai hamabatan diantaranya konstruksi sosial, kurangnya dukungan partai politik dan mental minor perempuan. Perempuan yang berhasil terpilih dan masuk dalam parlemen mendapatkan tantangan dari masyarakat sehingga harus bisa menunjukkan kemampuan dan meningkatkan kualitasnya sebagai anggota legislatif. 

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

kl

Publisher

Subject

Description

Khazanah Multidisiplin is an open-access, peer-reviewed scholarly journal written in English and/or Bahasa Indonesia. This journal is published two times a year (June and December) by the UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Khazanah Multidisiplin encourages academicians, researchers, and professionals ...