Penyebaran pinjaman online sangat marak di lingkungan di Desa Patrolsari, Kabupaten Bandung. Analisis mengenai kemiskinan, prevalensi pinjaman ilegal, serta aspek sosial budaya memberikan gambaran menyeluruh tentang dinamika pinjaman online di wilayah tersebut. Korelasi antara pendidikan dan keputusan finansial menonjol, meski mayoritas penduduk memiliki pendidikan rendah. Kurangnya pemahaman terhadap bunga dan legalitas pinjaman online menimbulkan masalah seraya banyak yang mengandalkannya karena kemudahan akses. Sebagai respons, pendekatan proaktif diusulkan oleh masyarakat, termasuk pendampingan, pelatihan, dan pembentukan koperasi simpan pinjam. Fokus pada pelatihan literasi digital dan keuangan didukung dengan rekomendasi konkret melalui koperasi simpan pinjam. Gerakan "Bebas Pinjol" di Desa Patrolsari bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dari pengaruh pinjaman online. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti potensi koperasi simpan pinjam sebagai sumber pembiayaan mudah diakses, mengurangi ketergantungan pada pinjaman online ilegal.
Copyrights © 2023