Pada abad ke-21, keterbatasan akses internet yang stabil dan terjangkau masih menjadi tantangan utama dalam percepatan transformasi Desa Digital, khususnya di wilayah perdesaan. Tulisan ini membahas inisiatif integrasi jaringan Internet berbasis Passive Optical Network (PON) sebagai Teknologi Tepat Guna untuk mendukung pengembangan Desa Cimaragas, Garut, menuju ekosistem layanan digital yang inklusif. Implementasi dilakukan melalui pembangunan jaringan backbone serat optik hingga titik distribusi (pengguna), pemanfaatan splitter pasif, serta penyediaan akses Wi-Fi di area layanan publik dan pemukiman prioritas. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran performa jaringan (uji kecepatan throughput unduh/unggah, latency, dan kestabilan koneksi) pada pusat titik layanan. Disertai pemetaan kualitas sinyal dan observasi beban pengguna. Selain aspek infrastruktur, program diperkuat melalui kegiatan Literasi Digital bagi perangkat desa dan masyarakat, meliputi pemanfaatan layanan daring, keamanan dasar, etika bermedia, serta praktik penggunaan internet produktif untuk pendidikan dan UMKM lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa arsitektur PON mampu meningkatkan keterjangkauan layanan dan konsistensi kualitas akses dibanding skema nirkabel murni, sementara literasi digital berperan penting dalam memastikan adopsi teknologi berjalan berkelanjutan. Integrasi PON dan literasi digital memberikan fondasi teknis dan sosial untuk mewujudkan Desa Cimaragas sebagai Desa Digital yang adaptif, aman, dan berorientasi pada peningkatan layanan publik serta ekonomi lokal. Hasil percobaan speedtest menunjukkan bahwa internet di desa Cimaragas terbilang stabil dengan angka 65.4 Mbps untuk downlink dan 18.7 Mbps untuk uplink diperkirakan cukup untuk penggunaan sehari-hari.
Copyrights © 2025