Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses pangan bergizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan gizi dengan risiko stunting pada balita usia 6–59 bulan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode potong lintang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner food recall 24 jam dan pengukuran antropometri balita. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 32,5%, dengan mayoritas balita mengalami defisit energi (69,2%) dan protein (59,2%). Analisis statistik memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara asupan energi, protein, serta mikronutrien (zat besi dan seng) dengan status stunting (p < 0,05). Selain itu, pendidikan ibu dan pendapatan keluarga terbukti berperan penting sebagai faktor risiko. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa stunting merupakan masalah multidimensional yang membutuhkan intervensi gizi, edukasi keluarga, serta dukungan kebijakan lintas sektor di pedesaan.
Copyrights © 2025