cover
Contact Name
Miftah Alfidyah
Contact Email
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Phone
+62895619158302
Journal Mail Official
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat
ISSN : 31233228     EISSN : 31233228     DOI : -
Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat (JGKM) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian empiris, kajian konseptual, dan studi aplikatif di bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bertujuan menjadi media diseminasi pengetahuan bagi akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, dan pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan status gizi dan derajat kesehatan masyarakat berbasis bukti ilmiah. Ruang lingkup JGKM mencakup gizi masyarakat, gizi klinik, kesehatan ibu dan anak, epidemiologi gizi, keamanan pangan, promosi dan edukasi gizi, kesehatan lingkungan, kebijakan dan program kesehatan masyarakat, serta intervensi gizi dan kesehatan berbasis komunitas. Jurnal ini mendorong pendekatan penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun metode campuran yang relevan dengan permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat lokal, nasional, dan global.
Articles 6 Documents
Analisis Asupan Gizi dan Risiko Stunting pada Balita di Wilayah Pedesaan Miftah Alfidyah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses pangan bergizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan gizi dengan risiko stunting pada balita usia 6–59 bulan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode potong lintang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner food recall 24 jam dan pengukuran antropometri balita. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 32,5%, dengan mayoritas balita mengalami defisit energi (69,2%) dan protein (59,2%). Analisis statistik memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara asupan energi, protein, serta mikronutrien (zat besi dan seng) dengan status stunting (p < 0,05). Selain itu, pendidikan ibu dan pendapatan keluarga terbukti berperan penting sebagai faktor risiko. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa stunting merupakan masalah multidimensional yang membutuhkan intervensi gizi, edukasi keluarga, serta dukungan kebijakan lintas sektor di pedesaan.
Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar Sari Marlina
Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada anak sekolah dasar masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kurang energi dan protein. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah program pemberian makanan tambahan (PMT) di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas PMT terhadap status gizi anak sekolah dasar melalui kajian literatur dari berbagai penelitian nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa PMT secara konsisten mampu meningkatkan indikator antropometri seperti berat badan menurut umur (BB/U) dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Selain itu, program juga berdampak positif terhadap kehadiran, konsentrasi belajar, serta motivasi anak. Namun, efektivitas program dipengaruhi oleh variasi menu, keterbatasan dana, serta keberlanjutan pelaksanaan. Oleh karena itu, dukungan dari sekolah, orang tua, dan pemerintah sangat diperlukan agar manfaat PMT lebih optimal dan berkelanjutan.
Hubungan Pola Konsumsi Fast Food dengan Status Gizi Remaja di Perkotaan Anala Agusnur
Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada remaja di perkotaan semakin meningkat seiring perubahan gaya hidup modern, yang berimplikasi pada status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi fast food dengan status gizi remaja perkotaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan remaja, orang tua, dan tenaga kesehatan sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi fast food 2–4 kali per minggu berkorelasi dengan meningkatnya kasus overweight dan obesitas pada remaja. Faktor pendorong utama adalah kepraktisan, rasa, harga, pengaruh teman sebaya, serta promosi media sosial. Temuan ini mengindikasikan adanya double burden of malnutrition di perkotaan. Penelitian merekomendasikan edukasi gizi, peran aktif keluarga, serta kebijakan publik untuk menekan dampak negatif konsumsi fast food pada remaja.
Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Konsumsi Sayur pada Ibu Rumah Tangga Asty Raisha Agma
Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya konsumsi sayur di masyarakat Indonesia masih menjadi persoalan gizi yang berdampak pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku konsumsi sayur pada ibu rumah tangga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa edukasi gizi mampu memperbaiki pemahaman ibu mengenai manfaat sayur, meningkatkan keterampilan dalam pengolahan, serta mendorong kebiasaan keluarga untuk lebih rutin mengonsumsi sayuran. Faktor pendukung utama adalah motivasi pribadi dan dukungan keluarga, sementara kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan ekonomi, preferensi rasa, dan keterbatasan waktu. Kesimpulannya, edukasi gizi terbukti efektif sebagai strategi perubahan perilaku konsumsi sayur dan perlu dikembangkan dalam program yang berkesinambungan.
Perilaku Cuci Tangan dan Pencegahan Diare pada Anak Sekolah Dasar Pelia Elza
Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian anak, terutama di negara berkembang. Salah satu upaya preventif yang efektif adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku CTPS siswa sekolah dasar, faktor pendukung dan penghambat, serta peran guru dan orang tua. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan etnografi digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa praktik CTPS paling sering dilakukan sebelum makan (72%), namun hanya 38% yang menggunakan sabun. Hambatan utama adalah keterbatasan air bersih, sabun, dan rendahnya kesadaran intrinsik anak. Faktor pendukung meliputi fasilitas sekolah, peran guru dan orang tua, serta media edukatif. Analisis dengan Health Belief Model dan Theory of Planned Behavior menegaskan bahwa perilaku CTPS dipengaruhi oleh faktor internal, eksternal, norma sosial, serta persepsi kontrol. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan multidimensi dalam pencegahan diare pada anak.
Penyuluhan Penatalaksanaan Obesitas dan Pemeriksaan Gula Darah Remaja SMP Swadharma Denpasar Gusti Agung Ayu Dharmawati; Heri Setiyo Bekti; Nur Habibah; I Nyoman Gejir
Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas pada remaja mengalami peningkatan signifikan dalam tiga dekade terakhir dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Provinsi Bali memiliki prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, dengan Kota Denpasar mencatat angka tertinggi pada remaja usia 16–18 tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mencegah peningkatan obesitas yang berdampak pada kadar gula darah serta melakukan skrining awal risiko diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan pola konsumsi sehat dan dampak penyakit tidak menular, pengukuran tinggi dan berat badan, serta pemeriksaan gula darah sewaktu. Kegiatan melibatkan 55 siswa kelas VIII SMP Swadharma di Peguyangan, Denpasar. Hasil menunjukkan 44% siswa tergolong obesitas, namun seluruhnya memiliki kadar gula darah normal. Edukasi yang diberikan meningkatkan pengetahuan siswa, ditunjukkan oleh kenaikan nilai post-test.

Page 1 of 1 | Total Record : 6