Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang kesehatan mental remaja. Layanan konseling daring muncul sebagai alternatif inovatif untuk menangani masalah psikologis, khususnya gejala depresi yang sering dialami remaja akibat tekanan akademik, konflik sosial, penggunaan media sosial yang berlebihan, dan dinamika keluarga. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas konseling online dalam menurunkan tingkat depresi pada remaja dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest control group. Sebanyak 60 remaja berusia 15–19 tahun dilibatkan, terbagi ke dalam kelompok eksperimen yang menerima delapan sesi konseling online dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi. Pengukuran depresi dilakukan menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan signifikan skor depresi pada kelompok eksperimen dibandingkan kontrol (p < 0,01), menegaskan bahwa konseling online merupakan strategi efektif untuk mengurangi gejala depresi remaja. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan layanan konseling daring yang fleksibel, mudah diakses, dan etis, sehingga dapat mendukung kesejahteraan psikologis remaja di era digital. Artikel ini diharapkan menjadi referensi praktis bagi konselor, psikolog, dan pembuat kebijakan dalam merancang program konseling online yang responsif terhadap kebutuhan remaja.
Copyrights © 2025