Artikel ini mengkaji relevansi pemikiran strategis klasik dari Clausewitz, Jomini, dan Sun Tzu terhadap pelaksanaan Operasi Zeni TNI Angkatan Darat dalam spektrum Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, analisis isi, studi kasus ilustratif, serta komparasi internasional dengan US Army Engineer Corps dan PLA Engineer Troops. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip Clausewitz tentang pusat gravitasi dan friksi relevan dalam penguasaan infrastruktur vital dan pengelolaan ketidakpastian; gagasan Jomini tentang garis operasi dan kalkulasi logistik mendukung efisiensi perencanaan Zeni melalui pendekatan ASRO; sedangkan prinsip Sun Tzu tentang adaptasi dan keunggulan informasi tercermin dalam penggunaan UAV dan keterlibatan Zeni Nubika pada operasi non-konvensional seperti respons pandemi Covid-19. Komparasi internasional memperlihatkan bahwa US Army menekankan interoperabilitas global berbasis teknologi tinggi, sementara PLA menempatkan operasi non-tradisional sebagai instrumen legitimasi domestik dan proyeksi politik. Sintesis ini menegaskan bahwa strategi klasik tetap relevan, tetapi perlu diadaptasi sesuai konteks Indonesia. Temuan penelitian merekomendasikan pembaruan doktrin Zeni, penguatan kurikulum pendidikan militer berbasis strategi klasik, serta institusionalisasi teknologi modern untuk mendukung transformasi Zeni dari unit teknis menjadi aktor strategis dalam sistem pertahanan nasional.
Copyrights © 2026