Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Analisis Sistem dan Riset Operasi (ASRO) dalam Strategi Militer Modern dan Optimasi Logistik Turnip, Hiras M. S.
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 12 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v12i2.322

Abstract

Artikel ini membahas peran Analisis Sistem dan Riset Operasi (ASRO) dalam mendukung efektivitas pengambilan keputusan militer modern, khususnya dalam konteks TNI Angkatan Darat. Sebagai pendekatan analitik yang sistematis dan berbasis data, ASRO menawarkan perangkat metodologis untuk mengoptimalkan berbagai aspek operasional, termasuk perencanaan strategis, logistik, manajemen proyek, dan pemodelan risiko. Melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap berbagai sumber literatur dan kebijakan militer, tulisan ini mengkaji potensi, tantangan, dan keterbatasan penerapan ASRO dalam lingkungan organisasi militer Indonesia. Ditemukan bahwa kendala implementasi mencakup keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur data yang belum terintegrasi, serta resistensi budaya organisasi terhadap pendekatan analitik. Artikel ini merekomendasikan langkah-langkah strategis seperti penguatan kapasitas SDM, digitalisasi sistem informasi, dan pengembangan tata kelola berbasis etika untuk menjadikan ASRO sebagai pilar dalam transformasi pertahanan yang adaptif, efisien, dan akuntabel.
PENERAPAN PEMIKIRAN CLAUSEWITZ DALAM OPERASI PASUKAN ZENI Turnip, Hiras M. S.
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 12 No. 2 (2025): JULI 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v12i2.304

Abstract

Pemikiran Carl von Clausewitz tentang trinitas perang, kabut perang, dan pusat gravitasi tetap relevan dalam konteks modern, termasuk dalam operasi teknik sipil militer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Clausewitz dalam operasi pasukan zeni melalui tiga studi kasus: pembangunan Bailey Bridge oleh Sekutu pada Perang Dunia II, pembangunan jembatan darurat oleh PRCPB Yonzipur 10/2 Kostrad di Bima, dan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) oleh PRCPB Yonzipur 9/LLB/K dalam respons terhadap gempa bumi Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis studi kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga prinsip Clausewitz dapat diidentifikasi dalam setiap kasus: keberhasilan koordinasi antar elemen trinitas, pentingnya fleksibilitas dalam menghadapi ketidakpastian operasional, dan pengelolaan pusat gravitasi berupa infrastruktur vital yang menentukan keberhasilan misi. Studi ini merekomendasikan penguatan doktrin pasukan zeni berbasis adaptasi prinsip Clausewitz dalam konteks operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Keterbatasan penelitian ini terletak pada tidak digunakannya pendekatan kuantitatif dan terbatasnya cakupan studi kasus. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk memperluas pendekatan dan menggali data empiris yang lebih komprehensif.
PERAN STRATEGIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM OPERASI MILITER TNI AD Turnip, Hiras M. S.
JURNAL MAHATVAVIRYA Vol. 12 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jmp.v12i2.342

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam mendukung operasional militer di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi kondisi aktual, manfaat, tantangan, dan prospek pengembangan TIK di TNI AD. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan TIK telah meningkatkan efektivitas operasional melalui sistem seperti Battle Management System (BMS), Integrated Command and Control System (ICCS), dan aplikasi pengelolaan data personel maupun logistik. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur komunikasi jarak jauh, rendahnya integrasi sistem informasi, keterbatasan sumber daya manusia, serta ancaman keamanan siber. Perbandingan dengan praktik terbaik internasional menunjukkan adanya kesenjangan yang perlu diatasi melalui penguatan infrastruktur, integrasi sistem, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi internasional. Rekomendasi strategis meliputi pembangunan backbone komunikasi berkapasitas besar, peta jalan integrasi sistem, pelatihan berkelanjutan, perlindungan siber, dan diplomasi pertahanan berbasis TIK.
Sun Tzu in the Age of Autonomous Warfare: A Reinterpretation of Classical Strategy in the Landscape of Cyber and Autonomous Conflict Turnip, Hiras M. S.
Global Focus Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jgf.2025.005.02.6

Abstract

The resurgence of classical military strategy amid the rise of digital technologies and autonomous systems calls for a critical reinterpretation of foundational doctrines. This article revisits Sun Tzu’s The Art of War, focusing on three central principles namely deception, intelligence, and indirect strategy, in the context of contemporary conflict marked by cyber operations, artificial intelligence, and non-kinetic warfare. Using a qualitative approach grounded in literature review and theoretical-critical analysis, the study maps how these classical ideas have been transformed within modern digital battlefields, including algorithmic disinformation, predictive intelligence, and infrastructure sabotage. In addition, the study proposes a fourth, contemporary principle rooted in Sun Tzu’s logic of ambiguity: the manipulation of strategic uncertainty in environments shaped by data, digital noise, and algorithmic bias. The findings suggest that Sun Tzu’s principles not only persist but also evolve structurally in response to technological pressures. This research contributes to the modernization of Eastern strategic thought in the face of modern war’s complexity and emphasizes the need to balance classical wisdom with new ethical frameworks in the age of autonomy. It invites readers to reassess enduring strategic values in light of disruptive, rapidly evolving technologies.